Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Pemkab Pasuruan dan Polres Bentuk Satgas Perlindungan Anak dan Perempuan

Gambar berita
03 Agustus 2022 (14:05)
Pelayanan Publik
3314x Dilihat
0 Komentar
admin

Polres Pasuruan bersama Pemkab Pasuruan membentuk Satgas Perlindungan Anak dan Perempuan.

Pembentukan satgas ini tak lain dalam rangka mencegah dan mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Pasuruan yang masih terus bermunculan hingga kini.

Kapolres Pasuruan, AKBP Bayu Pratama Gubunagi mengatakan, kasus kekerasan anak dan perempuan di Kabupaten Pasuruan cenderung meningkat dalam tiga tahun terakhir.

Sepanjang 2020 hingga 2021 misalnya. Setidaknya ada kenaikan hingga 4,7 persen. Ironisnya, khusus untuk 2022 ini sudah ada 44 kasus yang terlaporkan hanya selama semester pertama.

"Belum enam bulan berikutnya atau semester kedua, bisa-bisa tambahannya banyak. Meski kita berdoa agar terus menurun," kata Kapolres sesaat setelah membentuk Satgas Perlindungan Anak dan Perempuan Kabupaten Pasuruan, Senin (01/08/2022) kemarin.

Ditambahkannya, sepanjang 2020 sudah ada 63 kasus kekerasan anak dan perempuan yang dilaporkan. Dari jumlah tersebut, kasus persetubuhan anak menjadi yang terbanyak, yaitu 29 kasus. Selebihnya, penganiayaan anak, pencabulan anak dan perempuan dewasa, penelantaran anak, perkosaan, hingga KDRT.

Berlanjut di tahun berikutnya, setidaknya 66 kasus telah terlaporkan. Masing-masing 34 kasus di antaranya adalah persetubuhan anak. Selebihnya, penganiayaan anak, pencabulan anak dan perempuan dewasa, perkosaan, dan KDRT.

”Dominasi kekerasan anak yang terjadi adalah kasus persetubuhan. Hal inilah yang perlu ditanggulangi agar tidak semakin banyak,” ujar Kapolres.

Dengan dibentuknya Satgas Perlindungan Anak dan Perempuan, Kapolres berharap bisa dioptimakanl dalam mencegah kekerasan anak dan perempuan. Dengan sinergi lebih antara polres, pemkab, serta stakeholders lain

”Harapan kami, pembentukan Satgas Perlindungan Anak dan Perempuan ini bisa meminimalkan ancaman ataupun risiko terjadinya kasus kekerasan anak dan perempuan,” tutupnya.

Secara terpisah, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Pasuruan dr Ugik Setyo Darmoko menegaskan, peran satgas ini tidak hanya ada ketika terjadi kasus. Yaitu, memberikan pendampingan kepada korban anak. Satgas ini juga berfungsi mencegah munculnya kasus kekerasan anak dan perempuan di Kabupaten Pasuruan. Misalnya, pemberian edukasi kepada pelajar.

”Sosialisasi melalui pendidikan atau masyarakat bisa menghindari risiko terjadinya kekerasan,” ungkapnya. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Layanan Panggilan Kedaruratan Command Center 112, Komitmen Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan Maksimalkan Layanan Publik

Memaksimalkan tugas pokok dan fungsi perannya di bidang komunikasi dan informat...

Article Image
RSUD Grati Gelar Baksos Skrining Kanker Payudara dengan Teknologi ABUS

Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Grati melaksanakan Bakti Sosial (Baksos) deteksi...

Article Image
Ketua dan Pengurus DPD BKPRMI Kabupaten Pasuruan Masa Khidmat 2026-2031, Dilantik

Ketua Dewan Pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPD...

Article Image
Kabupaten Pasuruan Dikunjungi Peserta SSDN P4N Angkatan LXX Lemhanas RI

Kabupaten Pasuruan kedatangan peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Progra...

Article Image
Ribuan ASN Pemkab Pasuruan Ikuti Health Walk 2026

Ribuan pegawai Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengikuti Health Walk alias Jalan S...