Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pendidikan menggelar Sosialisasi bantuan hibah untuk guru PAUD maupun PNF (pendidikan non formal) tahun 2026.
Sosialisasi tersebut digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Kamis (16/4/2026) dan dibuka oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti menjelaskan digelarnya sosialisasi semata-mata untuk memberikan pemahaman kepada para penerima hibah bahwa meskipun kondisi negara penuh dengan efisiensi anggaran, namun Pemerintah Daerah tetap mengupayakan.
“Bagaimana pemerintah mengupayakan dengan sekuat tenaga untuk bisa memberikan hibah kepada calon penerima meski kondisi negara sedang dalam efisiensi anggaran. Ini yang harus dipahamkan kepada para penerima,” jelasnya.
Untuk tahun ini, total anggaran yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk hibah para Guru PAUD dan PNF mencapai Rp. 35.575.500.000. Jumlah tersebut dibagi kepada 10.831 guru, dengan rincian 2.896 guru PAUD, 1.200 guru RA, 4.035 guru TPQ dan 2.700 guru Madin.
Kata Krisni, seluruh penerima telah diSK khan, jadi tinggal pencairan dan penerimaan yang diperkirakan dimulai pada bulan mei mendatang.
“Semua penerima sudah diSK-khan. Jadi tinggal penerimaan atau pencairan saja. Insya Allah bulan mei besok sudah bisa dicairkan,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori meminta seluruh penerima hibah untuk dapat menerima bantuan yang diberikan, meski nominalnya tidak seperti sebelum ada efisiensi anggaran.
“Kami berharap terutama kepada guru PAUD dan PNF di Kabupaten Pasuruan walaupun tidak seperti dulu, tapi kami dengan segala upaya tetap mengalokasikannya. Semata-mata untuk kemajuan pendidikan anak-anak generasi emas di Kabupaten Pasuruan,” ucapnya.
Dalam sambutannya, Gus Shobih – sapaan akrab Wakil Bupati Pasuruan ini berterima kasih kepada seluruh guru PAUD dan PNF yang telah berkontribusi banyak dalam menanamkan pendidikan karakter pada anak-anak yang masih duduk di bangku kanak-kanak.
“Semua ada sejarahnya. Karena dulu ada Pergurag, makanya pemerintah daerah mengalokasikan hibah untuk para guru PAUD dan PNF. Seandainya dulu tidak ada, mungkin dulu tidak ada hibah, dan alhamdulillah sampai sekarang yang namanya pendidikan, apalagi ini berkaitan dengan mencetak anak yang berakhlaqul karimah, pemkab pasuruan akan tetap mensupport,” tegasnya. (emil)
Komentar