Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Para Perajin Tempe di Purwodadi Terus Bertahan Meski Harga Kedelai Tinggi

Gambar berita
21 Januari 2021 (17:49)
Ekonomi
3838x Dilihat
0 Komentar
admin

Para perajin tempe di Kabupaten Pasuruan mencoba terus bertahan meski harga kedelai masih tinggi.

Ferry Setiawan (30), salah satu perajin tempe di Kampung Tempe Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi mengungkapkan, naiknya harga kedelai terjadi mulai september 2020 lalu sampai sekarang.

Saat ini, harga kedelai berkualitas bagus untuk per kilonya masih di kisaran Rp 9000-Rp 9500. Padahal sebelum naik, harganya masih sekitar Rp 6000.

Dengan tingginya harga kedelai, Ferry terpaksa memperkecil ukuran tempe serta menaikkan harga tempe yang ia jual ke pelanggannya di Pasar Lawang.

“Ya mau gimana lagi mas. Biasanya saya jual mulai dua ribu, sekarang saya naikkan jadi dua ribu lima ratus. Ukurannya juga saya perkecil sedikit,” kata Ferry sembari mempersiapkan tempe yang ia buat di rumahnya, Kamis (21/01/2021).

Untungnya, para langganannya tak keberatan dengan naiknya harga tempe. Kata Ferry, meski harganya ia naikkan, tapi kualitas dan rasa tempe yang ia produksi tetap sama.

“Kalau rasanya berubah, jelas kabur pelanggan saya. Dan Alhamdulillah, mereka semua memahaminya,” ungkapnya.

Sementara itu, saat disinggung perihal pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap usahanya, Ferry mengiyakan hal tersebut.

Menurutnya, Pandemi Covid-19 tak hanya berpengaruh pada omset saja, melainkan permintaan pasar yang semakin lesu.

Ia lantas mencontohkan, apabila biasanya banyak rumah makan, catering dan rumah makan yang membeli tempe dengan jumlah banyak. Namun adanya Pandemi Covid-19 seperti terjun bebas. Yang biasanya sehari bisa memproduksi sampai 300 kilogram tempe jadi, kini maksimal hanya 100 kilogram saja.

Begitu pula mendapatkan keuntungan yang didapatkannya juga merosot tajam, yakni dari yang biasanya Rp 500 ribu per hari, kini hanya mendapatkan keuntungan Rp 100 ribu.

“Kalaupun mentok, maksimal 100 kilo saja. Kayak terjun bebas pokoknya. Semoga pandemic ini segera berakhir dan perekonomian segera pulih dan bangkit kembali," harapnya. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Dishub Kabupaten Pasuruan Pasang Brigade Beton di Ruas jalan Bundaran Apollo Gempol

Untuk mencegah truk dan kendaraan besar lainnya parkir secara liar di badan jala...

Article Image
Persiapan Liga 3 Nusantara, Pemain Persekabpas Mulai Latihan Bersama

2 bulan jelang dimulainya Kompetisi Liga 3 Nusantara, para pemain Persekabpas mu...

Article Image
Kukuhkan Tim Fasilitasi dan Forum TJSL serta 4 Forum Lainnya. Bupati Rusdi : Ayo Bikin Program Yang Strategis dan Berdampak Luas untuk Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Tim Fasilitasi dan Forum Tanggung Jawa...

Article Image
Ratusan Calon Manajer KDKMP di Kabupaten Pasuruan, Selesai Didiklat

Ratusan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten P...

Article Image
Koperasi Susu di Jatim Siap Jadi Pemasok Utama Susu Pasteurisasi Program MBG

Koperasi susu di Jawa Timur siap menjadi pemasok utama susu pasteurisasi untuk m...