Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Panen Raya Melimpah, Mangga Alpukat Klonal 21 Kian Laris-Manis Diserbu Warga

Gambar berita
12 Oktober 2026 (11:52)
Ekonomi
134x Dilihat
0 Komentar
Eka Maria

Siapa yang tidak kenal dengan Mangga Alpukat, julukan familiar Mangga Klonal 21? Buah tropis bercitarasa super manis segar dan juicy tersebut tidak hanya menjadi icon hortikultura unggulan Kabupaten Pasuruan saja. Tetapi sekaligus sebagai buah tangan spesial yang wajib dipesan para pecinta Mangga ketika musim panen raya tiba.

Memasuki musim panen raya, buah hasil persilangan antara Mangga varietas Gadung dengan Arumanis itu semakin banyak diminati masyarakat. Penggemarnya tidak hanya berkisar di wilayah Pasuruan saja, melainkan juga dari luar kota saja. Tetapi juga digemari masyarakat di luar pulau Jawa semisal Sumatra dan Kalimatan. Bahkan sangat diminati pasar luar negeri. Sebut saja Kuwait, Malaysia, Australia dan beberapa negara lainnya.

Seperti yang terpantau di Kecamatan Rembang yang merupakan salah satu kawasan sentra penghasil Mangga Alpukat. Sejak awal Oktober 2026 hingga saat ini, banyak pembeli menyerbu langsung ke rumah para petani. Ada juga yang mendatangi lapak-lapak Mangga di sepanjang jalan Desa Oro-oro Ombo dan sekitarnya.      

Ladi Khairullah, diantara petani Mangga asal Desa Oro-oro Ombo Wetan menceritakan, setiap harinya ia mendapatkan banyak pesanan dari banyak pembeli. Tidak hanya dari Pasuruan dan kota-kota lainnya saja. Melainkan juga pesanan dari luar Jawa Timur. Praktis, ratusan pohon Mangga yang dibudidayakan di 6 lokasi yang berbeda, hampir setiap hari dipanennya untuk memenuhi kebutuhan pesanan.

“Kebun kami di 6 lokasi yang berbeda, masing-masing ada 200-an pohon. Ada yang di Dusun Beran dan Dusun Watulunyu, Oro-oro Wetan Kecamatan Rembang dan di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo. Kalau pas panen raya, kami bisa panen antara 50 kwintal sampai 1 ton. Tergantung lebat tidak buahnya.

Lantas bagaimana dengan harga jualnya? Kualitas buah yang premium, Ladi mampu menjual hasil panennya dengan harga bervariasi. Jika sebelum panen raya atau sekitar bulan Agustus – September 2026, Mangga grade B dibandrol di harga Rp 40.000-Rp 50.000/kg. Sedangkan Mangga grade A di kisaran harga Rp 50.000-Rp 70.000/kg, tergantung ukuran buah.

“Kalau sekarang kan sudah panen raya, stok buah melimpah. Harga Mangga grade A, Rp 30.000. Yang Mangga grade B, Rp 15.000 per kilonya. Pembelinya, selain di area Jatim, ada yang dari Jakarta, Bandung, Jogja, Solo, Tangerang, Kalimantan,” ujarnya pada hari Senin (12/10/2026).

Sukacita yang sama juga dirasakan oleh Sugiono, petani Mangga Alpukat yang tinggal di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo. Sejak awal Oktober 2026 hingga saat ini, ia banyak mendapatkan orderan Mangga hasil panennya. Dari 300-an pohon yang ditanamnya di lahan seluas 2,5 hektar telah didistribusikan ke beberapa kota di Jawa Timur dan hampir seluruh pulau Jawa. Berikut, dikirimkan ke alamat rumah pembeli yang berdomisili di Sumatera dan pulau lainnya. 

“Alhamdulillah banyak juga konsumen yang langsung datang ke kebun untuk bisa merasakan sensasi petik langsung. Mangga di Desa Wonokerto terkenal manis dan daging buah yang lembut karena betul-betul dibudidayakan sesuai dengan SOP. Mulai dari pemangkasan, pemupukan dan pasca panen,” terangnya bersemangat.

Diketahui, di Kabupaten Pasuruan, lebih dari 4 ribu hektar luasan lahan perkebunan tersebar di beberapa wilayah. Selain banyak dijumpai di Kecamatan Rembang, Mangga Alpukat juga banyak dibudidayakan di Kecamatan Sukorejo. Berikut, di Kecamatan Wonorejo, Kecamatan Nguling dan Kecamatan Grati.

Hingga akhir tahun 2025, luas panen dari keseluruhan luas lahan perkebunan sebanyak 944.064 pohon. Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan luas panen tahun 2024 yakni 728.815 pohon. Diantara indikator keberhasilan budidaya tidak terlepas dari unsur agro climate yakni tahan terhadap kekeringan serta kondisi tanah yang sangat bagus. Di Rembang misalnya, tanah hitamnya memiliki tingkat kelembabannya tidak tinggi yang sangat diperlukan untuk menghasilkan buah kualitas terbaik.

Di sisi lain, tingginya produktivitas berkat penerapan bermacam teknologi pertanian. Seperti pembuahan komoditas mangga diluar musim dengan menggunakan paclobutrazol dan pupuk organik. Berikut, pemangkasan bentuk dan produksi serta pengembangan sentra kawasan perkebunan secara kontinyu dan berkelanjutan melalui bantuan bibit yang memperoleh anggaran dari APBD Kabupaten Pasuruan. (Eka Maria)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pemkab Pasuruan dan PT Nestle Indonesia Ajak Lulusan SMA/SMK Magang sampai Siap Kerja

Untuk meningkatkan kompetensi anak muda Kabupaten Pasuruan agar punya daya saing...

Article Image
Peringati Hari Jadi ke 81 Provinsi Jatim, Pemkab Pasuruan Gelar Upacara

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke 81, Pemerintah Kabupa...

Article Image
Panen Raya Melimpah, Mangga Alpukat Klonal 21 Kian Laris-Manis Diserbu Warga

Siapa yang tidak kenal dengan Mangga Alpukat, julukan familiar Mangga Klonal 21...

Article Image
Belasan anggota Komisi X DPR RI Berkunjung ke Kabupaten Pasuruan. Bahas Pembangunan Gedung Kesenian Sampai UU Sisdiknas

Komisi X DPR RI berkunjung ke Kabupaten Pasuruan, Jumat (9/10/2026).Kunjungannya...

Article Image
Bupati Rusdi Ucapkan Selamat atas Kepengurusan PWI Pasuruan Raya Periode 2026-2029

Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pasuruan Raya periode 2026–2029 resm...