Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Meski Permintaan Turun Drastis, Petani Sedap Malam Di Kecamatan Rembang Terus Memanen

Gambar berita
04 Januari 2021 (20:26)
Ekonomi
3807x Dilihat
0 Komentar
admin

Para petani sedap malam di Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan terus mencoba bertahan di tengah permintaan pengiriman yang semakin menurun akibat Pandemi Covid-19.

Salah satunya adalah Abdul Rokhim (37), petani sedap malam dari Desa Rembang. Ia mengungkapkan, sebelum adanya Pandemi, dalam satu hari bisa mengirim sebanyak 5000 ikat bunga sedap malam ke Bali, Jakarta dan kota besar lainnya.

Banyaknya permintaan tersebut berasal dari perhotelan, rumah makan dan restoran yang menjadi langganannya. Tapi kini, permintaan tersebut menurun drastis hingga hanya sebanyak 1000-1500 batang bunga sedap malam yang dikirim per dua hari sekali.

"Dulu kirim bunganya setiap hari lima ribu batang. Tapi sekarang dua hari sekali cuma seribu atau seribu lima ratus batang," ungkap Rokhim di sela-sela memanen bunga sedap malam di kebun miliknya, Senin (04/01/2021).

Dalam hal penjualan, Rokhim mematok harga Rp 1000 per 1 batang bunga sedap malam. Akan tetapi, untuk momen-momen tertentu seperti Hari Raya Imlek atau Hari Raya Idul Fitri, 1 batang bunga sedap malam dijualnya dengan harga hingga Rp 4000. 

"Pas pandemi ini, harganya ya cuma seribu rupiah per batang, karena kalau dinaikin, bisa gak ada yang pesen," terangnya.

Dengan semakin menurunnya jumlah permintaan bunga sedap malam, Rokhim pun terpaksa juga mengurangi jumlah buruh tani yang ia pekerjakan. Yakni dari 5 orang, sekarang hanya mempekerjakan dua orang saja.

"Dulu lima orang, tapi sekarang cuma dua orang saja mas. Ya mau gimana lagi, yang penting masih bisa untung meski tidak banyak," ucapnya.

Sementara itu, saat ditanya perihal omset, Rokhim juga mengaku harus bersabar, lantaran yang biasanya bisa meraup Rp 20-Rp 25 juta per bulan, kini hanya mentok di angka Rp 10 juta. Omset tersebut ia putar kembali untuk biaya perawatan, gaji buruh dan sisanya untuk kebutuhan sehari-hari.

"Yang penting masih bisa produktif, dan sedap malam bisa terus laris di pasaran meski tak sebanyak sebelum ada Pandemi Covid-19," tutup Rokhim. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kukuhkan Tim Fasilitasi dan Forum TJSL serta 4 Forum Lainnya. Bupati Rusdi : Ayo Bikin Program Yang Strategis dan Berdampak Luas untuk Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Tim Fasilitasi dan Forum Tanggung Jawa...

Article Image
Ratusan Calon Manajer KDKMP di Kabupaten Pasuruan, Selesai Didiklat

Ratusan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten P...

Article Image
Koperasi Susu di Jatim Siap Jadi Pemasok Utama Susu Pasteurisasi Program MBG

Koperasi susu di Jawa Timur siap menjadi pemasok utama susu pasteurisasi untuk m...

Article Image
Ratusan Siswa SRT 1 Kabupaten Pasuruan Ikuti MPLS. Mas Rusdi : Tekun Belajar. Hormati Guru dan Jangan Lupa Berdoa dan Beribadah

Sekolah Baru, Harapan Baru.Mungkin ini yang nampak dan terlihat jelas dari raut...

Article Image
Bupati Rusdi Sutejo Buka Open House dan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pasuruan

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pasuruan menggelar acara Open Hous...