Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Melihat Budidaya Lele di Desa Kedungringin, Beji

Gambar berita
31 Maret 2019 (16:27)
Ekonomi
7935x Dilihat
0 Komentar
admin

Desa Kedungringin selama ini dikenal sebagai langganan banjir. Meskipun begitu, Desa ini ternyata sudah menjelma sebagai Sentra Budidaya Lele.

Salah satu diantara warga Kedungringin adalah Vicky Arianto (30). Pria yang juga menjabat Kepala Desa tersebut sudah 5 tahun menggeluti usaha budidaya lele. Hebatnya, untuk menekan biaya pakan yang semakin mahal, Vicky mempoduksi sendiri pakan lele yang dibuatnya dari kombinasi bahan alami (kunir, tetes tebu, bungkil jagung, sekem padi, minyak ikan dan pre biotic). Alhasil, selain efisien, Vicky juga bisa mengambil keuntungan lebih banyak ketimbang harus membeli pakan dari perusahaan atau pabrik.

Saat ditemui di sela-sela kesibukannya, Minggu (31/03/2019) pagi, Vicky menceritakan awal keinginannya menjadi pembudidaya lele. Dimana semuanya berawal dari keisengan dirinya yang melihat lele sebagai ikan yang tahan banting dan bisa hidup di air maupun lumpur. Dari situlah, timbul keinginan untuk memperbanyak jumlah ikan lele “Dumbo” yang dikembangkan sejak tahun 2013 lalu.

“Pas banjir pasti banyak ikan lele dimana-mana. Bahkan, ketika terjepit di air yang tinggal sedikit masih bisa hidup lama. Di situlah saya tertarik untuk membudidaya lele,” ungkapnya.

Sebelum menggunakan pakan modifikasi, Vicky sempat membeli pakan dari pabrik. Hanya saja, biaya pembelian pakan yang sangat tinggi membuat Vicky tak bisa mengambil keuntungan. Sehingga dengan dibantu beberapa karyawannya, Vicky mulai memproduksi pakan modifikasi. Hasilnya lumayan, karena setiap 1 ton lele, dirinya bisa meraup keuntungan antara Rp 2-5 juta.

“Kalau pakan ikan lele hanya Rp 280 ribu per 30 kg. Sedangkan pakan ikan mujaer malah di bawahnya, hanya Rp 180 ribu per 1 sak nya,” pungkasnya kepada Suara Pasuruan.

Dengan modifikasi pakan, Vicky bisa memproduksi lele hingga mencapai 10 ton untuk satu bulan. Seluruh hasil panen tersebut dijual ke perusahaan di Sidoarjo dan Surabaya dengan harga Rp 10 ribu-Rp 14 ribu per kilogramnya.

 

 

Lain pakan lain pula panen. Untuk lele yang dibudidaya Vicky terbilang bagus, lantran seminggu bisa memanen hingga dua kali. Per sekali panen bisa menghasilkan 1-1,5 ton lele yang dipanennya dari 68 kolam yang terdiri dari 48 kolam bulat berdiameter 3 meter, 10 kolam tanah serta 10 kolam beton. Sedangkan benih ikan lele sendiri didapatkan dari warga sekitar Desa Kedungringin hingga CangkringMalang.

“Benih nya sudah bersertifikat. Saya gak berani beli benih dari lele yang belum bersertifikat, karena permintaan perusahaan itu cukup ketat. Kalau benihnya saja jelek, maka perusahaan bisa kecewa. Tapi Alhamdulillah, sampai dengan detik ini semuanya lancar dan sesuai rencana,” imbuh pria penghobi olahraga motor itu.

Ke depan, dengan suksesnya sebagai pembudidaya ikan lele, Vicky berkeinginan untuk memasukkan pembuatan pakan mandiri dalam Bumdes, sehingga nantinya bisa diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pembudidaya ikan lele lainnya.

“Pengennya begitu karena bisa bermanfaat untuk orang banyak,” jelasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Umat Hindu di Kecamatan Tosari Gelar Upacara Yadnya Karo

Bertepatan pada hari bulan purnama di bulan Karo, Masyarakat adat Suku Tengger k...

Article Image
Harganas ke-33 di Malang, Kabupaten Pasuruan Raih Tiga Penghargaan Sekaligus

Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 digelar di Pendopo...

Article Image
Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi Hadiri Puncak HAN ke 42 Jatim di Kabupaten Pasuruan

Kabupaten Pasuruan kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan berlevel...

Article Image
58 Tahun. Produksi Susu Segar di KUTT Suka Makmur Eksis Penuhi Pasar Industri dan Masyarakat

Sejak tahun 1968, Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur di Wilayah Kecam...

Article Image
Pemkab Pasuruan Bangun Tandon dan Menara Air di Wilayah Kekeringan dan Kesulitan Akses Air Bersih

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang tahun ini...