Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

KEMENTERIAN PU-PERA BANGUN RUSUN SANTRI DI KABUPATEN PASURUAN

Gambar berita
15 Maret 2017 (14:43)
Olahraga
4508x Dilihat
0 Komentar
admin

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PERA) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan akan membangun Rumah Susun (Rusun) untuk para santri di Kabupaten Pasuruan, yakni santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al Yasini, Wonorejo.

Pembangunan rusun tersebut diawali dengan peletakan batu pertama oleh Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PU-PERA, Dr Ir Syarif Burhanudin yang didampingi para pejabat di Kementerian PU-PERA lainnya, Sekda Kabupaten Pasuruan, Agus Sutiadji serta Pengasuh Ponpes Al Yasini, KH Abdul Mujib Imron, di lokasi pembangunan rusun di Desa Luwut, Wonorejo, Rabu (15/03).

Menurut Syarif, pembangunan rusun bagi para santri itu merupakan bagian dari program 1 juta rumah yang sebelumnya telah dilaunching oleh Presiden Joko Widodo di Ungaran, Jawa Tengah, 29 April 2015 lalu. Khusus di Kabupaten Pasuruan, rusun tersebut akan dibangun setinggi 3 lantai dengan tipologi bangunan khusus untuk lajang sebanyak 12 unit. Di dalamnya dilengkapi dengan peralatan meubeler, yakni sebanyak 108 unit tempat tidur dan 108 unit lemari pakaian.

"Kita lengkapi dengan sarana prasarana dan utilitas meubel sehingga nanti bisa langsung ditempati oleh para santri," kata Syarif dalam sambutannya.

Dijelaskannya, total biaya pembangunan rusun santri di Ponpes Al Yasini mencapai Rp 8 Milyar, dan ditargetkan akan selesai pada bulan september 2017 mendatang. Di Kabupaten Pasuruan sendiri ada 2 rusun santri yang akan dibangun, yakni di Ponpes Al Yasini Wonorejo serta salah satu ponpes di Desa Pekoren, Kecamatan Rembang.

"Kalau total se-Indonesia ada 20 rusun santri dan paling banyak di Jawa Timur yang mencapai 10 rusun. Anggaran seluruhnya mencapai Rp 180 Milyar yang kita alokasikan dari APBN tahun 2017," jelasnya.

Sementara itu, dipilihnya dua ponpes di Kabupaten Pasuruan sebagai lokasi sasaran program, lantaran telah memenuhi kriteria utama, diantaranya memiliki jumlah santri minimal 500 orang serta diutamakan pondok pesantren yang masih tradisional.

"Bukan ponpes modern yang seluruh santrinya mampu membayar uang pondok. Nah kalau di dua ponpes ini , banyak santri yang masih belum mampu membayar sampai Rp 400 ribu per bulan. Maka dari itu, ponpes ini layak untuk mendapat program pembangunan rusun santri," urainya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Posko THR Keagamaan Disnaker Kabupaten Pasuruan Mulai Kedatangan Banyak Pekerja

Hingga H-9 Lebaran, Posko Tunjangan Hari Raya (THR) yang didirikan oleh Dinas Ke...

Article Image
Pimpin Upacara Penutupan TMMD ke 127. Pangdam V Brawijaya : Terima Kasih Pemkab Pasuruan dan Seluruh Prajurit

TNI Manunggal Membangun Desa ke 127 di Kabupaten Pasuruan tahun 2026, dinyatakan...

Article Image
Mensos Gus Ipul Siap Dorong 5 Juta KPM PKH di Jatim jadi Anggota KDMP

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf menyatakan siap mendorong 5 juta Keluarga Pen...

Article Image
Program Stimulus 1% Pembayaran PBB P2 di Kabupaten Pasuruan, Direspon Positif Wajib Pajak

Pemkab Pasuruan memberikan insentif fiskal atau stimulus potongan 1% kepada waji...

Article Image
Kitiran Sewu. Cara Warga Dusun Pronojiwo, Desa Blarang, Kecamatan Tutur Saat Musim Angin

Indonesia kaya akan beragam budaya dan adat istiadat yang turun temurun. Sebuah...