Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Kabupaten Pasuruan Jadi Daerah Percontohan Sentra Produksi Sapi Nasional

Gambar berita
16 November 2019 (19:02)
Ekonomi
3368x Dilihat
0 Komentar
admin

Kementrian Pertanian RI menjadikan Kabupaten Pasuruan sebagai daerah percontohan sentra produksi sapi.

Pernyataan tersebut keluar dari bibir Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), saat melakukan kunjungan ke Loka Penelitian Sapi Potong di Grati, Jumat (15/11/2019).

Di hadapan awak media, Syahrul mengatakan, alasan dijadikannya Kabupaten Pasuruan sebagai percontohan sentra produksi sapi, tak lain karena suksesnya Lolit Sapi Potong di Grati dalam meningkatkan jumlah sapi setiap tahunnya.

Menurutnya, dari total 700 ekor indukan sapi di Lolit Sapi Potong terus bertambah menjadi 1.000 ekor sapi, setelah dilakukan inseminasi buatan (IB).Sedangkan Lolitsapi sendiri telah memiliki populasi sapi sebanyak 1000 ekor yang terdiri atas 550 sapi Peranakan Ongole (PO), 250 ekor sapi Madura dan 200 ekor sapi Bali.

“Saya lihat prospek ke depan sangat bagus dan menjanjikan. Maka dari itu, akan kita uji coba di Kabupaten Pasuruan dan kita jadikan percontohan,” ucapnya.

Seperti diketahui, Lolitsapi di Grati merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementrian Pertanian yang memiliki tugas untuk menghasilkan inovasi produksi bibit unggul sapi potong lokal. Lolitsapi ini juga sedang melakukan riset untuk pengembangan sapi Belgian Blue (BB) dan Sapi beranak Kembar. Sapi BB dilakukan melalui teknologi transfer embryo (TE) dan inseminasi buatan (IB) dengan induk sapi PO sejak tahun 2018.

Lolitsapi juga memberi berperan dan kontribusi terhadap Program UPSUS SIWAB melalui inovasi teknologi kit diagnosis kebuntingan dini dan suplementasi pakan berupa NUT-MB plus.

Kit diagnosis kebuntingan dini mudah diaplikasikan di lapangan dan dapat dilakukan sendiri oleh peternak, mampu mendeteksi kebuntingan sapi mulai umur kebuntingan 15 hari dengan akurasi 85 – 90 %.

Syahrul mengungkapkan, berbagai teknologi yang tengah dikembangkan saat ini dapat segera diadopsi oleh masyarakat khususnya peternak, akselerasinya dapat dipercepat lewat kerjasama lintas sektor.

“Saya berharap bisa bicara dengan sektor lain seperti perbankan, untuk menggulirkan KUR yanga ada, harapan saya, kita uji coba untuk langsung bersentuhan dengan rakyat, kalau 100 itu diajarkan inseminasi buatan, tahun depan dia akan menjadi 200, saya sudah bicara dengan Danrem, Polres, Bupati dan Aggota DPR, untuk menjadikan contoh membangun kemampuan daging atau sapi yang ada di Indonesia” jelas Syahrul. (emil)

 

 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Terima LKPJ Bupati Pasuruan 2025, Wabup Shobih: Rekomendasi Akan Tentukan Arah Kebijakan Strategis

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Paripur...

Article Image
Pondok Pesantren Ngalah. Konsisten Pertahankan Nilai-Nilai Multikulturalisme Bangsa

Kita ketahui bersama, Indonesia adalah negeri yang dikenal akan keberagaman suku...

Article Image
Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa Kronto, Lumbang

Meski tak sebanyak tahun lalu, pesona buah durian di Desa Kronto, Kecamatan Lumb...

Article Image
Resmikan Rizqy Sport Center. Mas Rusdi Acungi Jempol Masyarakat Bantu Pemerintah Majukan Perolahragaan di Daerah

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo meresmikan Rizqy Sport Center, Sabtu (4/4/2026).Pe...

Article Image
Lembah Pendawa Pandaan. Hadirkan Nuansa Pulau Dewata Yang Memanjakan Mata

Bali, ikon pariwisata dunia asal Indonesia dikenal sebagai surganya dunia. ...