Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Hadir Dalam Peresmian Modeling Budidaya Ikan Nila Salin Yang Dibuka Presiden Jokowi, Pj. Bupati Pasuruan Siap Sambut Program Revitalisasi Tambak Pantura

Gambar berita
08 Mei 2024 (23:42)
Pelayanan Publik
1621x Dilihat
0 Komentar
Eka Maria

Pemerintah Kabupaten Pasuruan siap menyambut program Revitalisasi Tambak Pantura (Pantai Utara). Pernyataan itu disampaikan oleh Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto di sela-sela kehadirannya dalam acara Peresmian Modeling Budidaya Ikan Nila Salin milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo.

Menurutnya, terpilihnya Kabupaten Pasuruan sebagai satu diantara kawasan penerima program Revitalisasi Tambak Pantura dari Pemerintah Pusat merupakan peluang sekaligus kesempatan luar biasa. Khususnya dalam mengembangkan sektor perikanan melalui budidaya Ikan Nila Salin yang sedianya akan mulai diimplementasikan pada tahun 2025 mendatang.  

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasuruan, saya menyambut baik dan berupaya maksimal untuk menjemput program Revitalisasi Tambak Pantura, program dari Kementerian Perikanan. Terutama yang difokuskan pada budidaya Ikan Nila Salin. Saya berharap, program ini bisa meningkatkan produksi budidaya Ikan Salin untuk kebutuhan ekspor. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan pembudidayanya,"  ujarnya dengan nada optimis pada hari Rabu (8/5/2024).

Oleh karenanya, pria berkacamata berpembawaan enerjik yang merupakan Manajer Persekabpas tersebut meminta kepada Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan untuk memfasilitasinya. Memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program. Mulai dari tahapan persiapan, penerapan hingga melakukan monitoring dan evaluasi Budidaya Ikan Nila Salin yang siap diaplikasikan di Kabupaten Pasuruan. 

"Tentunya, dalam rangka menyukseskan Revitalisasi Tambak Pantura, saya mohon Kepala Dinas Perikanan beserta jajarannya untuk menyiapkan dan memberikan dukungannya terhadap pelaksanaan program," pinta Pj. Bupati Andriyanto.

Merespon beberapa petunjuk dari Pj. Bupati Andriyanto tersebut, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Alfi Khasanah yang juga turut hadir dalam acara Peresmian Modeling Budidaya Ikan Nila Salin menyatakan kesiapannya dalam mendukung Budidaya Ikan Nila Salin. Program percontohan yang sedianya juga akan akan dikembangkan di Kabupaten Pasuruan sebagai salah satu lokasi sasarannya. Saat ini masih dalam proses penyiapan pelaksanaan program secara komperehensif sebelum kemudian diimplementasikan di beberapa kawasan yang telah ditunjuk menjadi lokasi budidaya. 

"Program ini merupakan dana belanja hibah bagi pembudidaya Ikan Nila Salin dari Kementerian Perikanan. Yang menyeleksi penerimanya dari Pemkab Pasuruan melalui Dinas Perikanan. Kami sudah melakukan identifikasi lokasi yang nantinya akan dijadikan tempat budidaya Ikan Nila Salin, dibarengi dengan kegiatan sosialisasi sekaligus pendampingan kepada pembudidaya. Ada 589 hektar yang rencananya akan dikembangkan di Kecamatan Bangil dan Kecamatan Rejoso," tuturnya kepada Tim Humas Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kabupaten Pasuruan.

Ditambahkannya, kesiapan pelaksanaan program juga didukung dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dari para pembudidaya dalam mengelolanya. Maka dari itu, Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan akan memberikan pendampingan secara intens dan membekalinya dengan teknik budidaya Ikan Nila Salin. 

"Nanti akan dibangun infrastuktur jalan, model tambaknya, instalasi listrik, kelengkapan sarana dan prasana. Jadi kita tinggal melaksanakan, anggaran ada di Kementerian Perikanan. Total 28 Kabupaten/Kota se-wilayah Pantura Jawa, 13 Trilyun. Diantaranya Kabupaten Pasuruan," imbuhnya.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyebutkan, sekitar 78 ribu hektar tambak yang sudah tidak beroperasi di sepanjang Pantura siap dimanfaatkan untuk memenuhi permintaan ekspor Ikan Nila Salin. Oleh karena itu, Kementerian Perikanan dan Kelautan menginisiasinya dengan membuat modelingnya terlebih dahulu sebelum kemudian dikembangkan dalam skala besar.  

"Modeling sudah benar. Yang diinfokan ke saya dari yang biasanya 1 hektar hanya 0,6 ton menjadi 80-an ton per hektar. Nantinya bisa mengangkut, membuka lapangan kerja yang sangat besar sekali," tandasnya.

Sementara itu, anggaran untuk mengubah tambak di Pantura menjadi lokasi Budidaya Ikan Salin seluas 78 ribu hektar tersebut diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 13 Triliun. Kata Presiden Jokowi, jika proyek tersebut dapat dilaksanakan, maka akan masuk dalam APBN 2025-2026. (Eka Maria)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Jadi Penopang Perekonomian. Ikan Lempuk Khas Danau Ranu Grati Kian Dicari

Ikan lempuk hingga kini masih menjadi kebanggaan masyarakat di sekitar Danau Ran...

Article Image
Ini Kata Mas Rusdi Soal ex Pasar Gondanglegi

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menemui para pedagang ex Pasar Gondanglegi, Desa C...

Article Image
Tahun Ini, Pemkab Pasuruan Bakal Perbaiki Ratusan RTLH

Tahun ini Pemerintah Kabupaten Pasuruan  melalui Dinas Perumahan dan Kawasa...

Article Image
SMAN 1 Pandaan Juara Umum Kompetisi Marching Band Tingkat Dunia

SMAN 1 Pandaan meraih Juara Umum dalam Kompetisi Marching Band tingkat dunia.&nb...

Article Image
BPBD Kabupaten Pasuruan Imbau Masyarakat Waspadai Pohon Tumbang

Selain banjir dan tanah longsor, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Pen...