Ada yang istimewa dalam Puncak Peringatan Hari Santri Nasional yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan tahun 2026 ini.
KH. Muhammad Iqdam Kholid atau yang populer dengan nama Gus Iqdam dihadirkan sebagai penceramah dalam acara Pengajian Akbar dan Doa Bersama yang digelar di Lapangan Kejayan, Selasa (27/10/2026) malam.
Tentu saja, kehadiran ulama kelahiran 1994 ini betul-betul ditunggu para jamaah yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Pasuruan.
Tak tanggung-tanggung, belasan ribu umat Islam tumpah ruah memadati lapangan Kejayan hanya untuk mendengarkan tausiah Gus Iqdam yang terkenal dengan celetukan-celetukan khasnya itu.
"Mau ke sini demi bisa nyawang Gus Iqdam dari dekat. Masya Allah senang sekali saya bisa melihat dari jarak 3 meter," ungkap Solihatin, jamaah dari Kecamatan Wonorejo.
Pantauan di lokasi, sebelum ngaji bareng Gus Iqdam, acara didahului dengan sholat magrib bersama, kemudian dilanjutkan dengan penampilan Karya Budaya Syi'iran Bluk-Gebluk dari Tim Roudhotul Hamdi Kecamatan Rembang.
Barulah setelah itu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Ayat Suci Al Qur'an oleh Muhammad Nabhan Abrisam dari Kecamatan Rejoso, serta Sholawat Bersama tim Sabilut Thouba dan diakhiri dengan ceramah agama Gus Iqdam.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo yang hadir bersama keluarga mengatakan peringatan Hari Santri Nasional sangat tepat dijadikan sebagai ajang berkumpul dan bersilaturahmi, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan persatuan di tengah masyarakat.
"Di sini kita berkumpul semua. Jadi satu, mendengarkan ceramah agama dan bersholawat. Inilah indahnya kebersamaan," katanya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, Gus Iqdam mengajak para jamaah untuk sama-sama menjadikan peringatan Hari Santri sebagai momentum untuk terus belajar, memperkuat keimanan, serta memperbaiki akhlak.
Ia menekankan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban sepanjang hayat, baik ilmu agama maupun ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat.
"Ilmu yang diperoleh hendaknya diamalkan agar membawa manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar," katanya.
Tak hanya itu saja, Gus Iqdam juga mengingatkan jamaah agar tidak hanya mengejar harta, jabatan, dan kesenangan duniawi. Akan tetapi senantiasa memperbanyak amal ibadah, menghormati orang tua dan guru, serta mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.
"Karena duniawi itu sifatnya sementara, cepat habis. Tapi kalau tidak ingim habis, maka mari kita perbanyak bershodaqoh, juga beribadah, hormat orang tua dan guru, dan perbanyak beribadah kepada Allah SWT," tutupnya.
Diketahui, acara pengajian akbar tersebut tak hanya dihadiri Bupati Rusdi bersama keluarga, namun juga tampak Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori yang datang bersama keluarga. Ada pula Kapolres Pasuruan, AKBP Irawan Setyono; Kapolres Pasuruan Kota,, AKBP Arief Ardiansyah; Sekda Yudha Triwidya Sasongko dan undangan kehormatan lainnya. (emil)
Komentar