Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Darurat, RSUD Bangil Butuh Banyak Relawan Nakes

Gambar berita
08 Juli 2021 (18:14)
Kesehatan
4096x Dilihat
0 Komentar
admin

Meski sudah dibuka berkali-kali, RSUD Bangil kesulitan untuk mendapatkan relawan tenaga kesehatan (nakes) yang mau melayani pasien Covid-19.

Direktur RSUD Bangil, dr Arma Roosalina mengatakan, membludaknya pasien covid-19 di RSUD Bangil hingga melebihi kapasitas tempat tidur (TT), membuat para tenaga kesehatan (nakes) bertumbangan.

Bahkan, tak sedikit dari mereka yang terpapar virus corona dan membuat keberadaan dokter dan perawat bisa dibilang “langka”.

Oleh sebab itu, pihaknya tak akan pernah berhenti untuk membuka rekruitmen nakes yang mau bekerja sebagai dokter ataupun perawat pasien Covid-19, meski banyak yang tidak tertarik.

“Kami betul-betul membutuhkan dokter dan perawat yang akan membantu memback up dokter dan perawat lain yang banyak terpapar,” kata Arma, di sela-sela kesibukannya, Kamis (08/07/2021).

Ditanya mengenai berapa nakes yang dibutuhkan, Arma mengaku butuh banyak nakes yang secara jumlah adalah ideal. Yakni dua kali lipat dari jumlah pasien Covid-19 yang dirawat.

Untuk sekarang, total tempat tidur yang menampung pasien Covid-19 di ruang isolasi sebanyak 162 buah. Sedangkan tt di ruang ICU/HCU sebanyak 20. Belum lagi 40 pasien yang stagnan di ruang isolasi IGD yang belum bisa dipindah ke kamar perawatan.

Sementara untuk perawat di RSUD Bangil berjumlah 226 orang. Dari jumlah tersebut, 20 orang diantaranya masih dalam kondisi terpapar, sehingga menyisakan 206 perawat.

“Kalau idealnya, kita kewalahan. Karena dari 206 perawat harus melayani 220 lebih pasien Covid-19 yang harus ditangani. Harusnya perawat jumlahnya 400 orang supaya bisa dibagi shift dan tidak kelelahan,” tegasnya.

Lebih lanjut Arma mengaku bahwa berbagai upaya sudah dilakukan untuk merekrut para nakes. Mulai dari sosialisasi ke puskesmas, pengumuman melalui website, media sosial dan penempelan di sekitar RS dan cara lainnya.

Akan tetapi, rata-rata banyak yang masih enggan untuk menjadi relawan nakes di RSUD Bangil, lantaran bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti takut terpapar Covid-19 atau sudah tidak ada lagi lantaran memang dibutuhkan oleh semua rumah sakit dimanapun berada.

“Memang menjadi kebutuhan pelayanan saat ini. Karena SDM nya juga harus banyak ketika penambahan fasilitas dilakukan. Tapi, kami sangat bisa memahami ketakutan yang ada. Semoga saja pandemic ini segera berakhir, sehingga para nakes juga tidak bekerja ekstra keras seperti sekarang ini,” harapnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Ketua TP PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo Launching Kampung MANDIRI

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo melaunching Kamp...

Article Image
Pemkab Pasuruan Bangun Klinik Kesehatan di Pondok Pesantren

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui salah satu program prioritas Bupati Pasuru...

Article Image
Puluhan Tahun, Kampung Pia di Kejapanan Gempol Tetap Jadi Sentranya Pia di Pasuruan Raya

Hingga saat ini, bisnis pembuatan kue pia di Kampung Pia Dusun Warurejo, Desa Ke...

Article Image
Pemkab Pasuruan dan DPRD Sepakati KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 serta Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026

Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama DPRD Kabupaten Pasuruan menyepakati Kebija...

Article Image
Kak Shobih Berangkatkan Kontingen Kwarcab Pasuruan Menuju Jambore Nasional ke 12

Wakil Bupati Pasuruan yang juga sekaligus Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka P...