Cuaca ekstrim dalam beberapa hari terakhir tak hanya mengakibatkan banjir dan tanah longsor saja, namun membuat banyak pohon besar, tumbang serta rumah warga rusak.
Dalam sehari saja, tepatnya Rabu (5/3/2026) malam, tercatat ada puluhan pohon tumbang terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Dari rilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, total ada 24 titik kejadian pohon tumbang yang dilaporkan terjadi di 11 kecamatan. Diantaranya Winongan, Grati, Bangil, Rejoso, Gondangwetan, Sukorejo, Kraton, Lekok, Lumbang, Purwodadi, dan Pandaan.
Dari kesebelas wilayah terdampak, paling banyak kasus pohon tumbang ada di Kecamatan Winongan, yakni 7 titik kejadian, kemudian Kecamatan Grati 5 titik, Kecamatan Rejoso 3 titik dan Gondangwetan 2 titik. Sedangkan kecamatan lainnya masing-masing terjadi di satu titik lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan, banyaknya kejadian pohon tumbang di hampir separuh wilayah Kabupaten Pasuruan murni disebabkan karena faktor cuaca yang cukup ekstrim.
"Sejak sore sampai malam hujan terus turun dengan lebat disertai angin kencang dan terjadi lebih dari dua jam sehingga mengakibatkan banyak pohon tumbang di 11 kecamatan," kata Sugeng melalui sambungan selulernya, Kamis (5/3/2026).
Dari semua kejadian pohon tumbang dalam satu hari kemarin, ada salah satu warga Prigen atas nama Zulfatul Rohma Mahfiro yang tertimpa pohon hingga tak sadarkan diri. Kata Sugeng, korban mengalami luka di bagian kepala dan kaki patah dan kini sudah dirawat di RS Prima Husada.
"Ada satu orang warga Sukorejo yang tertimpa pohon dan sekarang sudah dirawat di RS Prima Husada," singkatnya.
Lain halnya dengan rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat dihantam angin puting beliung. BPBD merilis 16 rumah warga di 9 kecamatan yang rusak, diantaranya Kecamatan Lekok, Puspo, Pasrepan, Winongan, Gondangwetan, Purwosari, Purwodadi, Lumbang dan Rejoso.
Dengan rincian 6 rumah warga di Kecamatan Purwodadi, 2 rumah warga Winongan dan Gondangwetan, serta masing-masing 1 rumah di 6 kecamatan lainnya.
Kata Sugeng, ada satu kantor urusan agama (KUA) Kecamatan Lekok yang mengalami kerusakan ringan, yakni sebagian dari atap yang ambrol. Sedangkan rumah warga yang rusak, sebagian besar mengalami kerusakan sedang hingga berat.
"Sekarang kami assesment untuk kami laporkan kepada Pak Bupati dan OPD terkait lainnya," imbuhnya.
Dengan kejadian tersebut, Sugeng mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrim seperti sekarang.
"Hati-hati di jalan, jangan berteduh di bawah pohon besar pas hujan deras, atau di bawah baliho besar, tiang listrik besar yang banyak kabelnya dan lainnya. Pokoknya lebih ditingkatkan kewaspadaannya," himbaunya. (emil)
Komentar