Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Kesat, Tahan Lama dan Manisnya Tape Khas Desa Kenduruan, Kecamatan Sukorejo

Gambar berita
07 Juli 2023 (17:18)
Ekonomi
4542x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Tahukah anda bahwa di Kabupaten Pasuruan ada yang namanya Kampung Tape.

Kampung ini berada di Desa Kenduruan, Kecamatan Sukorejo. Diantara semua dusun di Desa ini, rata-rata hampir seluruh warga di Dusun Jasem lah yang kompak menjadikan tape sebagai ladang pekerjaan.

Salah satunya adalah Rukoyah. Nenek 60 tahun ini mengaku sudah 35 tahun bergelut dengan tape. Tepatnya saat ia menikah dengan suaminya yang merupakan warga asli Kenduruan di tahun 1988 silam.

Setiap pagi, ia beserta suami dan putranya sangat sibuk untuk menyulap singkong menjadi tape melalui banyak tahapan. Dimulai dari singkong yang dikupas, kemudian dipotong sesuai ukuran dan dicuci hingga bersih.

Setelah bersih, singkong langsung direbus hingga matang. Barulah ketika dirasa sudah matang, singkong langsung didinginkan untuk selanjutnya diberi ragi tape.

"Kalau meragi nya ya sehari. Contohnya sekarang diragi, besok sudah bisa dimakan," ungkap Rukoyah saat ditemui di rumahnya, Jumat (07/07/2023).

Dari segi ukuran, tape ini sedikit berbeda dengan tape singkong pada umumnya. Tape ini dipotong kecil-kecil seukuran satu ruas jari telunjuk orang dewasa. Sekali lahap, pas di mulut.

Soal rasa, tape Dusun Jasem tak kalah legit dengan tape bondowoso. Yakni kesat, tahan lama dan manisnya alami. Selain itu, yang membuatnya lebih unik adalah usaha rumahan ini sudah dijalani secara turun menurun sejak tahun 1980-an. 

Rukoyah saat ini menjadi generasi ketiga yang menjalani bisnis keluarga tersebut.

"Rasanya manis, kesat dan tahan lama," singkatnya.

Dalam sehari, Rukoyah bisa menjual 3 kwintal atau sekitar 300 kilogram (kg) tape. Harganya berkisar antara Rp 1.500 hingga Rp 5.000 per bungkus, sesuai dengan banyaknya isi tape. Jadi, kalau bicara margin, lumayan tebal. Sebab, modal untuk membuat 3 kwintal tape kenduruan sekitar Rp 300.000.

"Kalau plastik kecil kita jual lima ribu rupiah dapat 3 kresek. Kalau yang besar harganya lima ribuan satu kresek," pungkasnya.

Hingga kini, tape kenduruan masih mampu bertahan. Pemilihan bahan baku menjadi salah satu kunci tape kenduruan selalu disukai pembeli sehingga bisa tetap eksis saat makin maraknya cemilan kekinian. 

Rukoyah hanya mau mengambil singkong sebagai bahan baku dari daerah Pandaan, malang atau bahkan dari sentra tape jatim, yakni Bondowoso. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pimpin Upacara Hari Jadi ke 1097. Bupati Mas Rusdi Ajak Wisatawan Berkunjung ke Kabupaten Pasuruan

Bertepatan dengan Hari Jadi ke 1097, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Upa...

Article Image
Perkuat Sinergi dengan Ulama dan Tokoh Masyarakat, Gus Shobih Sambut Silaturahmi TNI AU Lanud Muljono

Gus Shobih apresiasi langkah silaturahmi dan anjangsana yang dilakukan jajaran T...

Article Image
Komandan LANUD TNI Muljono Persilahkan Santri Pasuruan Daftar Jadi TNI

Lulusan Pondok Pesantren tidak semuanya akan menjadi ustadz atau kiai. Sebalikny...

Article Image
Sambut 900 Mahasiswa Baru Universitas Yudharta, Mas Rusdi Tekankan Literasi Digital dan Karakter

Pembukaan Pekan Sosialisasi dan Orientasi Pendidikan (Pasopati) Universitas Yudh...

Article Image
Pemkab Pasuruan Perbaiki Jalan Kedungbanteng - Wonokerto

Pemerintah Kabupaten Pasuruan secara bertahap terus melakukan pemeliharaan berka...