Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

CETAK SDM ASN BERKUALITAS, PEMKAB PASURUAN APLIKASIKAN STRATEGI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN

Gambar berita
13 April 2017 (16:08)
Pelayanan Publik
3312x Dilihat
0 Komentar
admin

Untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan melakukan beberapa strategi manajemen kepegawaian. Kata DR Drs. Mochammad Nasir, M.Pd Kepala BKPPD Kabupaten Pasuruan, ada dua cara yang diterapkan yakni melalui jalur pendidikan dan pelatihan.   

Di bidang pendidikan, BKPPD memberikan keleluasaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin melanjutkan studi, baik strata sarjana (S1), magister (S2) maupun program doktoral (S3). Dengan harapan, semakin tinggi kualifikasi akademik individu tersebut maka akan berdampak pada kualitas SDM sebagai penggerak di tubuh birokrasi pemerintahan. Sedangkan strategi manajemen kepegawaian lainnya yang juga diterapkan melalui memberikan  pelatihan diklat teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).               

“Kita bisa melakukannya melalui pendidikan regular, misalnya memberikan ijin Tugas Belajar bagi mereka yang lolos kualifikasi yang disyaratkan. Tapi memang, baik jumlah quota maupun nominal bantuan yang diberikan sangat terbatas. Yang paling sering diaplikasikan adalah  pemberian pelatihan berupa diklat teknis fungsional, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing OPD. Misalnya, jika kita butuh pegawai yang profesional di bidang akuntansi dan pengeloaan anggaran ya kita buat diklat akuntansi dan penganggaran”, jelasnya waktu tadi ditemui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pasuruan di sela-sela aktivitas kantornya, Kamis (13/04/2017).  

Menurutnya, pembekalan ketrampilan di bidang spesifik tersebut seirama dengan UU ASN yang menyatakan bahwa setiap pegawai punya hak untuk didiklat, minimal 48 jam pelajaran per tahun. Oleh karena itu, BKPPD Kabupaten Pasuruan terus mengajukan program diklat teknis fungsional sebanyak mungkin, sehingga bisa menjangkau seluruh ASN di lingkungan Pemkab Pasuruan yang saat ini berjumlah 11.031 orang. Output-nya, bagaimana menjadikannya sebagai abdi negara yang profesional dengan masing-masing kompetensi yang dimiliki.

“Peningkatan kualitas SDM melalui Pendidikan informal ini sangat beralasan, karena saat ini, kebijakan pemerintah pusat melalui MenPAN dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) menyebutkan jika tenaga struktural semakin dikurangi untuk diarahkan ke tenaga fungsional. Sehingga ketika sudah ada kebijakan fungsional, maka ASN kita harus siap. Minimal punya sertifikat-sertifikat diklat yang mengarah pada potensi individu yang bersangkutan. Misal, jika ada ASN yang punya keahlian jurnalistik, maka nanti kita akan buka diklat jurnalistik. Otomatis itu kredit poin baginya”, tandasnya. (Eka Maria)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Bupati Rusdi Sutejo Buka Open House dan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pasuruan

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pasuruan menggelar acara Open Hous...

Article Image
Umat Hindu di Kecamatan Tosari Gelar Upacara Yadnya Karo

Bertepatan pada hari bulan purnama di bulan Karo, Masyarakat adat Suku Tengger k...

Article Image
Harganas ke-33 di Malang, Kabupaten Pasuruan Raih Tiga Penghargaan Sekaligus

Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 digelar di Pendopo...

Article Image
Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi Hadiri Puncak HAN ke 42 Jatim di Kabupaten Pasuruan

Kabupaten Pasuruan kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan berlevel...

Article Image
58 Tahun. Produksi Susu Segar di KUTT Suka Makmur Eksis Penuhi Pasar Industri dan Masyarakat

Sejak tahun 1968, Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur di Wilayah Kecam...