Untuk mengetahui perkembangan Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan A Qur;an (TPQ) yang tersebar di Kabupaten Pasuruan lebih dekat, Gus Mujib sapaan akrab Wakil Bupati Pasuruan hadir dalam Musabaqah Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Rejoso. Diselenggarakan di Pondok Pesantren Fathul Latif Panjen Patuguran, kegiatan diikuti oleh 49 TPQ dan Madin.
"Saya melihat perkembangan Madin dan TPQ yang cukup membahagiakan dan menyenangkan. Karena semangatnya, semangat yang luar biasa," ucapnya pada hari Minggu (3/9/2023).
Dalam pengembangan TPQ dan Madin di Kabupaten Pasuruan, Pemerintah Daerah terus memberikan dukungan. Tidak terkecuali turut membantu dalam hal biaya operasional, renovasi hingga memberikan insentif guru maupun beasiswa bagi ustadz dan ustadzah.
Ditambahkannya, hanya dalam kurun waktu 5 tahun, terbukti sudah banyak ustadz maupun ustadzah yang mendapatkan beasiswa untuk guru TPQ dan Madin. Tidak hanya beasiswa guru TPQ dan Madin saja. Tetapi juga beasiswa yang diperuntukkan bagi guru Raudhotul Athfal (RA).
Oleh karenanya, Wakil Bupati menyatakan rasa bangganya karena Pemerintah Daerah dapat memberikan pelayanan pendidikan non formal yakni TPQ dan Madin. Tentunya tanpa melupakan pelayanan terhadap pendidikan formal.
Meski demikian, Gus Mujib tetap meminta dukungan dari masyarakat Kabupaten Pasuruan dalam mengawal perkembangan TPQ dan Madin. Terlebih keberadaannya sangat penting dalam mengontrol kehidupan anak-anak sekaligus memberikan bekal agama ke depannya. Sehingga nantinya mereka tidak hanya pandai ilmu umum saja, namun juga ilmu agama.
"Kami bangga bisa melayani Madin dan TPQ. Tapi kita tidak akan mengesampingkan sekolah formal juga. Sama-sama kita akan dukung dan support, karena ini adalah pentingnya agama untuk mengontrol kehidupan anak-anak kita," pungkasnya. (Iguh+Eka Maria)
Komentar