Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

BKD Kabupaten Pasuruan Serahkan 763.936 SPPT PBB P2

Gambar berita
15 Februari 2020 (15:14)
Pelayanan Publik
15770x Dilihat
0 Komentar
admin

Per bulan Februari ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) secara resmi telah menyerahkan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) tahun 2020.

SPPT tersebut telah diserahkan ke semua kecamatan, kelurahan dan desa di Kabupaten Pasuruan, dan selanjutnya diharapkan dapat diserahkan ke semua wajib pajak PBB P2.

Mukhammad Syafi’i, Kabid Pendataan, Penetapan dan Pelaporan BKD Kabupaten Pasuruan mengatakan, total SPPT yang diserahkan sebanyak 763.936 SPPT. Dari jumlah tersebut, potensi penerimaan PBB P2 bisa menembus hingga di angka Rp 102 Milyar lebih.

“Jumlah SPPT sama dengan jumlah wajib pajak. Nilainya kurang lebih Rp 102 Milyar yang kita targetkan dari penerimaan PBB P2 tahun 2020. Harapan kami potensi sebesar ini bisa teralisasi semua dengan lancar,” kata Syafi’I di sela-sela kesibukannya, Sabtu (15/02/2020).

Dijelaskannya, jumlah SPPT PBB P2 yang dibagikan pada tahun ini lebih banyak bila dibandingkan tahun 2019 lalu. Yakni ada kenaikan sebanyak 12.521 SPPT, sehingga tahun 2019 lalu masih di angka 751.415 SPPT. Kenaikan jumlah SPPT disebabkan adanya pendataan ulang, baik pembetulan SPPT, mutasi keluar wilayah maupun pemecahan SPPT itu sendiri.

“Dari 12.521 SPPT, ada sekitar 6000 SPPT yang dibetulkan. Dengan kata lain ada perubahan dalam hal pemecahan SPPT, mutasi dan pemecahan. Seperti tanah yang kemudian dipecah-pecah menjadi beberapa pemiliki,” jelasnya.

Lebih lanjut Syafii menegaskan bahwa dalam dua tahun terakhir ini, penyerahan SPPT dilakukan lebih awal dengan tujuan agar rentang waktu pembayaran PBB P2 lebih panjang. Oleh karenanya, diharapkan para wajib pajak bisa segera melunasi PBB P2 tahun 2020 di tempat-tempat pembayaran. Seperti Bank Jatim, Kantor Kecamatan/Kelurahan/Balai Desa, Kantor Pos dan loket pembayaran lainnya.

“Biasanya di bulan maret, tapi dua tahun terakhir kita bagikan lebih awal. Supaya banyak waktu dari wajib pajak PBB P2 untuk segera melunasinya di tempat pembayaran yang telah ditentukan,” tegasnya.

Sementara itu, saat ditanya perihal jumlah wajib pajak yang belum melunasi PBB P2, Syafi’I mengungkapkan, lebih dari 10 ribu wajib pajak. Masih banyaknya wajib pajak yang belum melunasi PBB P2 disebabkan beberapa factor. Salah satunya adalah kondisi perekonomian masyarakat.

“Seperti contohnya ketika warga di desa mengalami gagal panen. Di situlah akhirnya mereka tidak melunasi PBB P2. Untuk SPPT kami bagikan dalam tahun berjalan, kalau belum melunasi ya hanya surat tagihan saja. Ada kurang lebih 10 ribu lebih,” terangnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kisah Hari Apriyanto Tekuni Budidaya Burung Perkutut Jawara

Siapa di sini yang suka mengoleksi burung perkutut? Burung dengan ciri khas suar...

Article Image
Cerita Tri Mulyo. 30 Tahun Bertahan Hasilkan Sepatu dan Sandal Tak Kalah dengan Produk Luar Negeri

Keuletan, kesabaran dan kerja keras pasti membuahkan hasil.3 kata ini menggambar...

Article Image
Olimpiade MI Pertama di Kabupaten Pasuruan. Bupati Mas Rusdi Tegaskan Tahun Depan Acaranya Harus Lebih Sukses

Untuk pertama kalinya, ada Olimpiade Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Pasuruan.O...

Article Image
Wabup Gus Shobih Buka Liga Sepak Bola Piala Bupati Pasuruan Antar Pelajar SMP Sederajat

Momen Piala Dunia 2026 sepertinya memotivasi Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk...

Article Image
Ratusan Calon Manajer KDKMP dan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Pasuruan Digembleng Militer

Ratusan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Ne...