Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

6 Bulan, 21 Madin di Kabupaten Pasuruan, Terlegalitas

Gambar berita
29 Juli 2019 (18:16)
Umum
4909x Dilihat
0 Komentar
admin

Hingga semester pertama tahun ini, jumlah Madrasah Diniyah (Madin) yang terlegalitas bertambah 21 lembaga. Penambahan jumlah tersebut secara otomatis membuat jumlah Madin di Kabupaten Pasuruan mencapai 1.461 lembaga.

Sarjono, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PDPontren) Kemenag Kabupaten Pasuruan mengatakan, antusias masyarakat di Kabupaten Pasuruan untuk melegalitaskan madinnya memang cukup tinggi. Hal itu dibuktikan dengan adanya 21 lembaga Madin baru yang terlegalitas.

“Selain ada 21 Madin baru yang terlegalitas, juga saat ini masih proses ada 5 pengajuan madin lagi yang menunggu verifikasi,” kata Sarjono di sela-sela kesibukannya, Senin (29/07/2019).

Dijelaskannya, meningkatnya jumlah madin yang terlegalitas tercatat dalam 3 tahun terakhir. Untuk Tahun 2017 lalu mencapai 107 Madin baru yang terlegalitas. Dan di tahun 2018 , setidaknya terdapat 134 Madin baru yang terlegalitas.

Ditambah lagi adanya program wajib madin dari Pemkab Pasuruan serta  Wak Mukidin (Wayahe Kumpul Mbangun TPQ dan Madin), semakin mendongkrak jumlah Madin yang terus mengajukan legalitas.

“Kita telah memperketat persyaratan pengajuan. Tapi antusiasme masyarakat juga tinggi. Apalagi adanya Wak Muqidin dan Wajib Madin semakin memperbanyak jumlah madin terlegalitas,” imbuhnya.

Dengan  makin banyaknya madin di Kabupaten Pasuruan, Kemenag Kabupaten Pasuruan mengaku tak bisa melakukan moratorium. Ini lantaran madin merupakan kegiatan agama di masyarakat. Sehingga yang dilakukan hanya pengetatan syarat pengajuan. Mulai dari diwajibkan sudah memiliki gedung sendiri dan tidak boleh menumpang di lembaga lain.

“Selain itu juga harus sudah beroperasi 2 tahun, mempunyai 4 guru madin dan siswa minimal 60 santri. Dan persyaratan lainnya,” singkat Sarjono kepada Suara Pasuruan.

Sementara itu, peningkatan jumlah madin menjadi fenomena baru. Yakni menjamur hingga hampir sama dengan jumlah SD atau MI yang mencapai 1007 lembaga.

“Untuk daerah tertentu yang sudah cukup padat madinnya kita perketat syaratnya agar tidak terjadi permasalahan juga misal sampai jarak terlalu dekat. Sehingga Madin yang terlegalitas benar-benar yang sudah berjalan dan berkualitas,” ujarnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kukuhkan Tim Fasilitasi dan Forum TJSL serta 4 Forum Lainnya. Bupati Rusdi : Ayo Bikin Program Yang Strategis dan Berdampak Luas untuk Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Tim Fasilitasi dan Forum Tanggung Jawa...

Article Image
Ratusan Calon Manajer KDKMP di Kabupaten Pasuruan, Selesai Didiklat

Ratusan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten P...

Article Image
Koperasi Susu di Jatim Siap Jadi Pemasok Utama Susu Pasteurisasi Program MBG

Koperasi susu di Jawa Timur siap menjadi pemasok utama susu pasteurisasi untuk m...

Article Image
Ratusan Siswa SRT 1 Kabupaten Pasuruan Ikuti MPLS. Mas Rusdi : Tekun Belajar. Hormati Guru dan Jangan Lupa Berdoa dan Beribadah

Sekolah Baru, Harapan Baru.Mungkin ini yang nampak dan terlihat jelas dari raut...

Article Image
Bupati Rusdi Sutejo Buka Open House dan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pasuruan

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pasuruan menggelar acara Open Hous...