Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

3 Tahun, Project STOP Sukses Kendalikan Sampah Plastik di Laut Hingga 2000 Ton

Gambar berita
23 Februari 2023 (09:06)
Lingkungan
3237x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Dalam tiga tahun terakhir, program Project STOP (Stop Ocean Plastics) terbukti efektif dalam menurunkan banyaknya sampah plastik di kawasan pesisir di Kabupaten Pasuruan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf saat serah terima  Project STOP di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Kamis (23/02/2023) siang.

Menurutnya, Pemkab Pasuruan telah bekerja sama dengan Project STOP Pasuruan dalam hal penyediaan sistem persampahan yang sirkular dan dapat diakses oleh masyarakat.

Hasilnya, pengurangan sampah plastik yang berasal dari lautan bisa mencapai 2000 ton setiap tahunnya.

"Kami sangat senang dengan kolaborasi multi pihak seperti ini. Terlebih Project STOP membantu pemerintah daerah dalam pengendalian sampah plastik. Dan yang kedua, ada nilai ekonomis di dalamnya, karena memberdayakan masyarakat sekitar," kata Bupati, sesaat setelah acara selesai digelar.

Ke depan, Gus Irsyad-sapaan akrab Bupati Pasuruan ini berharap seluruh kegiatan Project STOP yang diinisiasi Borealis dan Systemiq dan menjadi CSR dari PT Nestle Indonesia ini akan bisa memotivasi perusahaan lain untuk melakukan hal yang sama.

"Saya kira ini salah satu inisiasi dan program tepat sasaran dalam mengurangi sampah, khususnya sampah plastik. Harapannya, bisa ditiru oleh perusahaan lain di Kabupaten Pasuruan," harapnya.

Seperti diketahui, sejak tahun 2019 Project STOP hadir untuk membantu mengelola sampah yang ada di Kawasan Pesisir Kabupaten Pasuruan, yaitu di kecamatan lekok dan kecamatan nguling.

Pada desember 2022 Project Stop yang ada Di Kabupaten Pasuruan telah selesai melakukan pendampingannya dalam pengelolaan sampah. Bantuan maupun edukasi yang sudah diberikan oleh project stop jelas memberikan banyak manfaat.

Director of Sustainability Nestle Indonesia, Prawitya Soemadijo menjelaskan, visi dan goal utama dalam Project STOP adalah tidak adanya sampah plastik yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) ataupun mencemari lingkungan. Utamanya mengurangi polusi plastik laut sebesar 70% di tahun 2025.

"Sesuai target dan komitmen awal, maka keberadaan Project STOP bertujuan untuk mencapai nol kebocoran sampah ke lingkungan, mendaur ulang lebih banyak plastik, membangun program yang berkelanjutan secara ekonomi, serta berkontrubusi di bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat," jelasnya. (emil)



Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Gerakan Bangkit Kembali Belajar, Upaya Pemkab Pasuruan Atasi Anak Putus Sekolah dan Naikkan IPM

Bupati Pasuruan, HM Rusdi Sutejo resmikan Gerakan Bangkit Kembali Belajar (Gerba...

Article Image
Tuntaskan Anak Tidak Sekolah. Mas Rusdi Launching GERBANG KEMBAR

Pemerintah Kabupaten Pasuruan meluncurkan Program Gerakan Bangkit Kembali Belaja...

Article Image
Ribuan Jamaah Calon Haji Kabupaten Pasuruan Ikuti Manasik Terintegrasi

Ribuan jamaah calon haji Kabupaten Pasuruan mengikuti manasik haji terintegrasi,...

Article Image
Delegasi Lawatan Muhibbah Pertubuhan Wargamas Brunei Darussalam berkunjung ke Kabupaten Pasuruan

Puluhan anggota Delegasi Lawatan Muhibbah Pertubuhan Wargamas Brunei Darussalam...

Article Image
Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Pasuruan Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi Gelombang Pertama di BLK Rejoso

Sebanyak kurang lebih 96 peserta terdaftar sebagai peserta pelatihan berbasis ko...