Pemerintah Kabupaten Pasuruan

134 Sapi Potong di Kabupaten Pasuruan Positif PMK. 94 Ekor Dinyatakan Sembuh

Gambar berita: 134 Sapi Potong di Kabupaten Pasuruan Positif PMK. 94 Ekor Dinyatakan Sembuh

Sejak muncul kembali pada desember 2024 lalu, kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Pasuruan masih bermunculan hingga kini.

Dari data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, hingga Minggu (5/1/2025) kemarin, tercatat ada 134 sapi di Kabupaten Pasuruan yang terserang PMK.

Dari jumlah tersebut, 94 ekor sudah dinyatakan sembuh, kemudian 24 ekor sakit dan 16 sapi mati.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah mengatakan ratusan sapi yang terserang PMK seluruhnya adalah sapi potong. Sedangkan sapi perah, pihaknya belum menerima adanya laporan sapi yang terjangkiti PMK.

"Sampai sekarang belum ada laporan PMK yang menyerang sapi perah. Semuanya sapi potong," ucap Alfiah di sela-sela kesibukannya, Senin (6/1/2025).

Dijelaskannya, masih bermunculannya penyakit PMK di Kabupaten Pasuruan disebabkan oleh beberapa faktor. Diantaranya karena faktor pergantian cuaca. Yakni curah hujan yang cukup tinggi di setiap harinya.

Selain itu, jumlah sapi potong yang divaksin masih sedikit lantaran masih ditemukan adanya penolakan dari para peternak setiap kali program vaksinasi akan dilakukan.

Dari total populasi sapi potong yang mencapai sekitar 100 ribu-an ekor, jumlah yang sudah divaksin tak lebih dari 40 persen, sehingga ini jadi PR besar untuk vaksinasi bisa kembali digenjot setelah ada bantuan dari pusat.

"Harusnya vaksin booster lagi, tapi untuk saat ini vaksinnya belum ada atau belum dikirim dari Pemerintah Pusat," singkatnya.

Dengan semakin banyak sapi yang terserang PMK, Alfiah menegaskan pihaknya telah mengusulkan penambahan vaksin kepada Pemerintah Pusat.

Selain itu, ia juga menghimbau kepada para peternak agar dapat mengisolasi ternak yang sakit atau terduga sakit.

Tak selesai sampai di situ, untuk sapi yang sakit harus segara diobati dengan memberikan antibiotik, vitamin dan obat-obatan supporttif lainnya, penyemprotan di lingkungan kandang dan di Pasar Hewan, serta melakukan tracing dan suvellaince berbasis laporan masyarakat.

"Kalau sudah marak lagi, perhatikan SOP yang baik dan betul sebelum mengamati dan memeriksa," tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pemkab Pasuruan Bantu Pembangunan Pasar Kepulungan Pasca Kebakaran

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menegaskan Pemerintah Kabupaten Pasuruan ak...

Article Image
Gus Shobih Resmikan Program Sekolah Lestari di SDN Purwosari 2 dan SDN Purwosari 3

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori meresmikan sekolah lestari di Kabupaten Pas...

Article Image
Pangdiv 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi dan Wabup Pasuruan, Gus Shobih Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Kepulungan

Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun...

Article Image
IDDA COFFEE. Kopi Nikmat Khas Kecamatan Tutur. Sweet, Spicy and Caramel

Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi arabika dan...

Article Image
Pemkab Pasuruan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp 4,07 Triliun

Pemkab Pasuruan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp4,07 Triliun, Fokuskan Anggaran...