Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

1 Warga Gempol dan 1 Warga Rembang Dinyatakan Positif Covid-19. Total 14 Warga Kabupaten Pasuruan Terkonfirmasi Covid-19

Gambar berita
28 April 2020 (16:39)
Pelayanan Publik
3818x Dilihat
0 Komentar
admin

Jumlah warga Kabupaten Pasuruan berstatus Positif Covid-19, semakin bertambah.

Hingga Selasa (28/04/2020) sore, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan mencatat, ada 2 lagi warga Kabupaten Pasuruan yang terkonfirmasi Covid-19. Mereka terdiri dari 1 Perempuan (47), warga Kecamatan Gempol dan 1 Laki-laki (40), warga Kecamatan Rembang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad mengatakan, untuk perempuan warga Gempol berprofesi sebagai petani dan merupakan PDP (pasien dalam pengawasan) Covid-19 yang dirawat di RSUD Bangil sejak 18 April 2020 hingga hasil swab keluar pada Senin (27/04/2020) siang dengan hasil positif.

“Kebetulan pasien warga Gempol ini punya keluhan nyeri ulu hati, batuk, sakit tenggorokan, dan memiliki penyakit penyerta berupa pneumonia dan Diabetes Meilitus atau Kencing Manis,” kata Syaifudin, dalam keterangan persnya di Posko Info Covid-19 Kabupaten Pasuruan.

Lain halnya dengan warga Rembang. Syaifudin menegaskan bahwa warga tersebut berprofesi sebagai pekerja rumahan, dan mengaku pernah melakukan kontak erat dengan salah satu pasien Positif Covid-19 di RSUD Bangil. Hanya saja, meski berstatus positif sejak hasil swab keluar pada Senin (27/04/2020) kemarin, kondisi pasien tersebut dalam keadaan stabil atau OTG (orang tanpa gejala)

“Berdasarkan hasil tracing dari petugas terhadap orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien terkonfirmasi Covid-19, ada salah satu warga yang kita rapid kemudian hasilnya positif tapi orangnya dalam keadaan tanpa gejala. Ini yang kita namakan OTG,” jelasnya.

Terhadap 2 warga terkonfirmasi Positif Covid-19, petugas Survaillance langsung melakukan tacing dan tracking terhadap siapa saja yang memiliki kontak erat dengan pasien tersebut.

“Kita telusuri siapa saja yang punya kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Mulai dari saudara, keluarga sampai tetangga dan orang yang pernah berhubungan langsung atau bertemu dengan pasien terkonfirmasi Covid-19,” terang pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan itu.

Dengan 2 tambahan warga terkonfirmasi Covid-19. Maka jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Pasuruan sebanyak 14 orang. Terdiri dari 1 warga Bangil, 2 warga Beji, 2 warga Gempol, 1 warga Gondangwetan, 1 warga Kraton, 1 warga Lumbang, 1 warga Prigen, 1 warga Purwodadi, 2 warga Puspo, dan 2 warga Rembang.

Selain tambahan 2 pasien terkonfirmasi Covid-19, kenaikan juga terjadi pada jumlah PDP (pasien dalam pengawasan) Covid-19. Yakni sebanyak 2 orang. Kata Syaifudin, 2 orang tersebut terdiri dari 1 perempuan (22) warga Kecamatan Pandaan tapi berKTP Gresik, serta perempuan (46) warga Gondangwetan.

Untuk warga Pandaan merupakan pindahan atau rujukan dari salah satu rumah sakit di Kecamatan Sukorejo yang dilarikan ke RSUD Bangil lantaran ada keluhan sesak nafas. Sedangkan warga Gondangwetan adalah hasil tracing petugas surveillance terhadap kontak erat pasien terkonfirmasi Covid-19 dengan hasil positif rapid (reactive).

“Untuk orang Gondangwetan ini juga tanpa keluhan atau dari pasien OTG kemudian karena merupakan kontak erat dengan pasien positif Covid-19, makanya kita rapid kemudian hasilnya reactive. Kita rawat di RSUD Bangil sambil menunggu hasil swab keluar,” tegasnya.

Dengan 2 lagi tambahan PDP, maka total keseluruhan untuk PDP Covid-19 di Kabupaten Pasuruan mencapai 64 orang. Terdiri dari 6 warga Bangil, 5 warga Beji, 2 warga Gempol, 2 warga Gondangwetan, 5 warga Grati, 1 warga Kejayan, 3 warga Kraton, 2 warga Lekok, 1 warga Lumbang, 2 warga Nguling, 6 warga Pandaan, 10 warga Prigen, 1 warga Purwodadi, 3 warga Purwosari, 3 warga Puspo, 1 warga Rejoso, 3 warga Rembang, 2 warga Sukorejo, 1 warga Tosari dan 4 warga Wonorejo.

Sementara untuk jumlah ODP (Orang dalam pemantauan) pun juga meningkat. Yakni dari 188 orang menjadi 195 orang. Tambahan 7 orang tersebut terdiri dari 1 laki-laki warga Gondangwetan, 1 laki-laki warga Lekok, 1 laki-laki warga Grati, 1 laki-laki warga Bangil dan 3 orang warga Tutur (2 laki-laki dan 1 perempuan). Syaifudin menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa melaksanakan seluruh anjuran pemerintah. Yakni rajin mencuci tangan dengan sabun, memakai masker ketika berada di luar rumah, menghindari keramaian, menjaga jarak, dan memperkuat ibadah dan berdoa kepada Allah SWT.

“Mari kita laksanakan apa yang diintruksikan oleh Umaro’. Ini semua demi kebaikan kita bersama, agar Covid-19 segera hilang dari kita,” harapnya. (emil/syaifudin ahmad)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Mas Rusdi Tegaskan Semua Layanan Pemerintah Kepada Masyarakat Harus Disederhanakan dan Gak Ribet

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menegaskan segala urusan yang ada kaitannya denga...

Article Image
Gus Shobih Buka Sosialisasi Dana Hibah Bagi Guru PAUD dan PNF se-Kabupaten Pasuruan

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pendidikan menggelar Sosialisasi ban...

Article Image
Bosai Mineral Group dan SIER Lakukan Kunjungan Tindak Lanjut ke Bupati Pasuruan, Komitmen Investasi Diperkuat

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menerima kunjungan tindak lanjut dari PT. Bosai Mi...

Article Image
Atasi Masalah Sampah, Pemkab Pasuruan Gandeng PT. RWM Terapkan Teknologi RDF

Pemerintah Kabupaten Pasuruan secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan...

Article Image
MoU dengan PT RWM. Bupati Mas Rusdi Targetkan 2-3 Tahun Mendatang, Kabupaten Pasuruan Bebas Timbulan Sampah di TPA

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menargetkan 2-3 tahun mendatang, tak ada lagi timb...