Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Kecamatan Sukorejo, The City of Matoa

Gambar berita
09 Januari 2019 (09:20)
Ekonomi
14470x Dilihat
0 Komentar
admin

Menuju Sukorejo the City of Matoa, Kecamatan Sukorejo tak henti-hentinya melakukan pendistribusian bibit buah Matoa. Jika tahun kemarin ada sekitar 5.500 bibit yang telah didistibusikan, maka tahun ini mencapai 5.800 bibit. Seluruhnya disebar di 19 Desa di Kecamatan Sukorejo.

Menurut Camat Sukorejo, Diano Vela Very Santoso meyakini bahwa buah yang banyak tumbuh di Papua dan memiliki nama latin Donetia Pinnata/ Pometia Pinnata tersebut akan memberikan manfaat untuk masyarakat sekitarnya. Ide munculnya budidaya buah Matoa dikembangkan di Sukorejo sejak tahun 2014 lalu. Hasilnya, selain rasa buah yang sangat enak dan legit, cara perawatannya-pun tidak sulit karena tidak membutuhkan kondisi tanah tertentu.

"Alhamdulillah, melihat bibit yang kita sebar dan budidayakan di sini mulai tumbuh besar. Bahkan ada yang sudah berbuah membuat kepuasan batin yang luar biasa. Saya tetap yakin dan fokus, gerakan Matoanisasi akan berdampak positif  pada saatnya nanti", ujarnya optimis.

Dijelaskan Diano, Matoa memiliki bentuk buah bulat melonjong seperti buah Pinang atau telur Puyuh. Apabila muda berwarna hijau kekuningan dan masak akan berubah warna menjadi coklat kehitaman. Disamping itu, kulit arinya putih bening melekat pada biji, manis dan harum. Selain rasa manis pada buahnya, Matoa juga mempunyai manfaat yang bernilai ekonomi mulai dari kayu, buah bahkan daunnya.

“Kayu pohon Matoa sangat kuat dan bagus untuk dijadikan tiang bangunan, lantai, kusen, perahu dan kerajinan atau mebel karena setara dengan kayu Eboni dan Jati. Selain itu, harga buah Matoa perkilonya bisa mencapai Rp 80.000. Jadi sangat cocok untuk membantu peningkatan perekonomian masyarakat. Informasi terbaru dari komunitas perajin batik Matoa, daunnya per kilo dihargai Rp 25.000”, tutur pria yang hobi menyanyi itu.

Di kalangan masyarakat, nama Matoa sendiri memang belum sepopuler Mangga, Apel atau Durian. Akan tetapi akhir-akhir ini, buah Matoa banyak dicari masyarakat karena rasanya yang  khas. Perpaduan antara Kelengkeng dengan rasa manis legit dan beraroma mirip Durian, Leci dan Manicu. Diano menargetkan, Sukorejo akan berubah wajah menjadi City of Matoa. Bahkan, Diano optimis bahwa Sukorejo akan memiliki Wisata Petik Matoa.

“Buah Matoa kebetulan juga tidak mengenal musim, jadi panennya bisa terus menerus. Kalau sudah jadi Wisata Petik Matoa, maka tentu akan memberikan kontribusi tersendiri untuk Pemkab Pasuruan,” jelasnya. (Sugiono KIM Sumber Mangga Makmur – Eka Maria)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pekan Raya Pasuruan 2026, Dispendukcapil Fasilitasi 500 Lebih Pemohon KTP Baru

Hanya dalam waktu satu minggu selama penyelenggaraan Pekan Raya Pasuruan 2026,...

Article Image
Kunjungi KUTT Sukamakmur Grati. Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto Ajak Peternak Sapi Perah Tingkatkan Produksi Susu Segar

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto berkunjung ke...

Article Image
Niken Salindri dan Fake Dopp Hebohkan Malam Penutupan Pekan Raya Pasuruan 2026. Bupati Mas Rusdi : Terima Kasih untuk Forpimda, DPRD dan Seluruh Lapisan Masyarakat

7 hari berturut-turut, Pekan Raya Pasuruan 2026 yang digelar di Taman Chandra Wi...

Article Image
Kabupaten Pasuruan Sabet Juara II Festival Ekonomi Syariah 2026

Kabupaten Pasuruan berhasil meraih Juara II dalam ajang Festival Ekonomi Syaria...

Article Image
1097 Pelari Ramaikan Pasuruan Culture Run 2026

Sebanyak 1097 pelari mengikuti Pasuruan Culture Run 2026, Minggu (27/9/2026) pag...