Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Wujudkan Satu Desa Satu Produk Unggulan, Pemkab Pasuruan Intens Gelar Pelatihan Pengelolaan Makanan Ringan

Gambar berita
15 Desember 2021 (16:48)
Pelayanan Publik
2895x Dilihat
0 Komentar
admin

Untuk mewujudkan program Satu Desa Satu Produk Unggulan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) semakin intens menyelenggarakan kegiatan pelatihan. Diantaranya fokus kepada materi Pengelolaan Olahan Makanan Ringan yang diperuntukkan bagi khalayak umum.

Seperti yang hari ini dilaksanakan di Desa Selotambak, Kecamatan Kraton. Bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Falah, pelatihan ditujukan bagi pengurus pondok dan santri setempat yang merupakan bagian dari masyarakat. Tujuan akhirnya tidak lain untuk menggali potensi produk unggulan yang dimiliki di setiap Desa.

Sedikitnya 30 peserta hari ini, Rabu (15/12/2021) mengikuti kegiatan Pengelolaan Olahan Makanan Ringan. PELASAN yang merupakan akronim Pelatihan Santri tersebut sedianya akan digelar selama tiga hari. Targetnya, seluruh peserta memiliki ketrampilan dalam mengolah makanan ringan sebagai modal untuk kembali ke masyarakat. Sehingga mampu menciptakan peluang usaha baru secara mandiri.

"Program pelatihan untuk santri dan masyarakat itu sangat penting. Anak pondok-pun juga harus ada ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum. Kemandirian dari santri itulah yang kita harapkan,” ungkapnya pada saat memberikan sambutan didampingi oleh Kadisperindag, Diano Vela Fery Santoso.

Menurut Wakil Bupati, dengan penguasaan ragam ilmu tersebut diharapkan dapat mengantarkan para musyafir ilmu tersebut lebih kreatif. Sehingga secara otomatis memiliki peluang untuk meningkatkan taraf perekonomiannya, terlebih di masa pandemi.

Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini tersebut juga menekankan kepada para santri agar mampu beradaptasi dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Terlebih di era serba digital saat ini, mekanisme penjualan produk lebih banyak dilakukan dengan cara online.

"Kemandirian itu sangat penting dan juga anak pondok harus berani serta terampil. Santri juga harus mandiri dan yang paling penting mampu memanfaatkan yg ada disekitarnya. Termasuk pengolahan makanan dan bagaimana cara memasarkannya melalui media online,” tandasnya. (Iguh+Eka Maria)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Mas Rusdi Hadiri Halal Bihalal PD Muhammadiyah Kabupaten Pasuruan

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menghadiri Halal Bihalal Keluarga Besar PD Muhamma...

Article Image
33 Truk Operasional Koperasi Merah Putih Mulai Disalurkan ke Desa/Kelurahan

Fasilitas hingga sarana dan prasarana yang ada di dalam Koperasi Desa/Kelurahan...

Article Image
Terima LKPJ Bupati Pasuruan 2025, Wabup Shobih: Rekomendasi Akan Tentukan Arah Kebijakan Strategis

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Paripur...

Article Image
Pondok Pesantren Ngalah. Konsisten Pertahankan Nilai-Nilai Multikulturalisme Bangsa

Kita ketahui bersama, Indonesia adalah negeri yang dikenal akan keberagaman suku...

Article Image
Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa Kronto, Lumbang

Meski tak sebanyak tahun lalu, pesona buah durian di Desa Kronto, Kecamatan Lumb...