Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Wujudkan Satu Desa Satu Produk Unggulan, Pemkab Pasuruan Intens Gelar Pelatihan Pengelolaan Makanan Ringan

Gambar berita
15 Desember 2021 (16:48)
Pelayanan Publik
3041x Dilihat
0 Komentar
admin

Untuk mewujudkan program Satu Desa Satu Produk Unggulan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) semakin intens menyelenggarakan kegiatan pelatihan. Diantaranya fokus kepada materi Pengelolaan Olahan Makanan Ringan yang diperuntukkan bagi khalayak umum.

Seperti yang hari ini dilaksanakan di Desa Selotambak, Kecamatan Kraton. Bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Falah, pelatihan ditujukan bagi pengurus pondok dan santri setempat yang merupakan bagian dari masyarakat. Tujuan akhirnya tidak lain untuk menggali potensi produk unggulan yang dimiliki di setiap Desa.

Sedikitnya 30 peserta hari ini, Rabu (15/12/2021) mengikuti kegiatan Pengelolaan Olahan Makanan Ringan. PELASAN yang merupakan akronim Pelatihan Santri tersebut sedianya akan digelar selama tiga hari. Targetnya, seluruh peserta memiliki ketrampilan dalam mengolah makanan ringan sebagai modal untuk kembali ke masyarakat. Sehingga mampu menciptakan peluang usaha baru secara mandiri.

"Program pelatihan untuk santri dan masyarakat itu sangat penting. Anak pondok-pun juga harus ada ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum. Kemandirian dari santri itulah yang kita harapkan,” ungkapnya pada saat memberikan sambutan didampingi oleh Kadisperindag, Diano Vela Fery Santoso.

Menurut Wakil Bupati, dengan penguasaan ragam ilmu tersebut diharapkan dapat mengantarkan para musyafir ilmu tersebut lebih kreatif. Sehingga secara otomatis memiliki peluang untuk meningkatkan taraf perekonomiannya, terlebih di masa pandemi.

Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini tersebut juga menekankan kepada para santri agar mampu beradaptasi dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Terlebih di era serba digital saat ini, mekanisme penjualan produk lebih banyak dilakukan dengan cara online.

"Kemandirian itu sangat penting dan juga anak pondok harus berani serta terampil. Santri juga harus mandiri dan yang paling penting mampu memanfaatkan yg ada disekitarnya. Termasuk pengolahan makanan dan bagaimana cara memasarkannya melalui media online,” tandasnya. (Iguh+Eka Maria)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Suka Duka Petugas Dispenduk Capil Kabupaten Pasuruan saat Rekam e-KTP ke Rumah-rumah Warga

Para petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Pa...

Article Image
PKK Kabupaten Pasuruan Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW. Hadirkan Arumi Bachsin, Ning Nawal dan Gus Azmi

Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad S...

Article Image
3 Hari Berturut-Turut, Pemkab Pasuruan Gelar Pasar Murah

Dalam rangka membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjang...

Article Image
Bupati Mas Rusdi Buka Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2026

Ratusan bonsai unik dan menarik meriahkan Pameran dan Kontes Bonsai Nasional PPB...

Article Image
Kunjungi Wilayah Terdampak Kekeringan bersama Mas Rusdi. Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Salat Istiqa'

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Pasuruan, Rusdi Sut...