Gus Shobih, sapaan familiar Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori mengapresiasi inisiatif panitia penyelenggara dan warga Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji yang sukses memprakarsai peringatan Malam Nuzulul Qur'an. Sehingga agenda istimewa yang dilaksanakan pada malam ke-21 Ramadhan 1446 Hijriyah tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Berkat kuatnya kekerabatan dan kebersamaan masyarakat khususnya yang bermukim di sekitar Masjid Jami' Ash Shiddiq pula, kegiatan sosial keagamaan dapat menjadi budaya. Menurut Gus Shobih, hal itu juga tidak terlepas dari rasa kepedulian dan saling mendukung masing-masing individu terhadap sesama.
"Alhamdulillah malam hari ini kita bertasyakur dumateng Allah SWT dalam memperingati Nuzulul Qur'an. Saya mewakili Pemkab Pasuruan, mewakili Bapak Bupati mengapresiasi seluruh masyarakat dan panitia. Terutama ta'mir Masjid Jami' Ash Shiddiq dalam melaksanakan kegiatan ini. Alhamdulillah masyarakat Gunung Gangsir Beji dan sekitarnya termasuk salah satu komunitas yang masih bisa mempertahankan Al Qur'an untuk dilafalkan dan dibaca secara bersama-sama," tuturnya pada hari Rabu (19/3/2025) malam.
Oleh karenanya, Gus Shobih berharap agar agenda serupa dapat dilaksanakan dan terus dipertahankan ke depannya. Tentunya harus dibarengi dengan kesadaran setiap warga dalam menjaga ketenangan dan ketentraman lingkungan selama pelaksanaan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.
"Kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman dan kecintaan kepada kitab suci kita. Sehingga Al-Qur'an dapat dilestarikan dan kita semua termasuk golongan orang-orang yang akan mempertahankan Al Qur'an sampai di akhir jaman," tandasnya dengan nada optimis.
Di momen yang sama, Gus Shobih juga tak lupa menyampaikan rasa terimakasihnya atas solidaritas sosial warga setempat dalam mendermakan sebagian hartanya kepada kaum dhuafa. Baik santunan yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu maupun untuk anak yatim piatu.
"Malam ini kita bersilaturahim bersama-sama sekaligus untuk membagikan santunan kepada dhuafa di sekitar masjid Ash Shiddiq. Alhamdulillah dana santunan yang diberikan panitia kepada masing-masing pedukuhan di daerah sekitar itu murni swadaya dari masyarakat. Jadi bukan dari perusahaan. Ini menandakan bahwa masyarakat Gunung Gangsir memahami makna bulan suci Ramadhan sebagai bulan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan," ujarnya seraya tersenyum. (Eka Maria)
Komentar