Sebagai bentuk kepedulian terhadap kemarau panjang yang berdampak pada bencana kekeringan di beberapa wilayah, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak. Seperti halnya yang dilaksanakan di halaman rumah Kepala Desa Karangjati, Kecamatan Lumbang pada hari Jumat (13/10/2023) sore.
Didampingi oleh Camat Lumbang, Bambang Suhartono dan Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN) Kabupaten Pasuruan, Eko Widiyatmo, Pj. Bupati Andriyanto menyerahkan secara simbolis bantuan yang diperuntukkan bagi warga sekitar. Tidak hanya menyerahkan sumbangan air bersih kepada masing-masing perwakilan penerima bantuan saja. Tetapi juga memberikan bantuan lain berupa sembako dan paket makanan siap saji kepada beberapa orang perwakilan warga. Adapun jumlah warga penerima bantuan sembako sebanyak 115 orang. Berikut, santri Madrasah Diniyah (Madin) penerima bantuan snack sebanyak 200 anak.
Turut hadir dalam kegiatan, Pengurus KADIN Kabupaten Pasuruan, Muspika Kecamatan Lumbang. Juga diikuti oleh Perangkat Desa Karangjati sebanyak 5 orang bersama beberapa Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Dalam arahan singkatnya, Pj. Bupati Andriyanto berbagi semangat dan motivasinya kepada warga setempat. Sembari memberikan keyakinannya terhadap musibah yang akan segera berlalu, berganti dengan kondisi yang jauh lebih baik.
"Bahwa suatu ketika musibah itu pasti akan terjadi. Tapi bagi kita yang tidak terdampak, menjadi sebuah kewajiban untuk membantu Saudara-saudara kita yang dilanda musibah bencana. Maka, kami Pemkab Pasuruan hadir diantara Panjenengan bersama KADIN. Ini sebagai wujud kepedulian kami kepada warga Desa Karangjati dalam menghadapi bencana kekeringan," pesannya.
Meski demikian, Pj. Bupati Pasuruan juga menitipkan pesannya kepada warga Desa Karangjati agar memiliki daya tahan tangguh bencana dalam menghadapi kekeringan. Sembari berikhtiar secara bersama-sama dan kompak dalam menanggulangi bencana.
"Ini hanya bantuan bersifat sementara. Saya ingin warga Karangjati pasrah dan jangan sampai terlena dengan adanya kondisi semacam ini. Sebaliknya, harus melakukan ikhtiar yang membuat kita semua lebih survive dalam menghadapi kekeringan," pinta Pj Bupati Pasuruan.
Diketahui, dalam upaya penanganan bencana kekeringan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah mendistribusi air bersih sebanyak 5 ribu liter per tangki yang tersebar secara merata di Desa terdampak bencana kekeringan. Penanganan darurat juga dilakukan dengan pendistribusian sarana/prasarana pendukung, seperti tandon air dan jurigen yang sudah terdistribusi secara merata.
Secara keseluruhan, total jumlah warga terdampak kekeringan sekitar 35.506 jiwa atau 11.618 Kepala Keluarga. Tersebar di 6 Kecamatan di 21 Desa yang mengalami kekeringan, masing-masing Kecamatan Lumbang (Ds. Karangjati, Watulumbung, Bulukandang, Pancur), Kecamatan Winongan (Ds. Jeladri, Kedungrejo, Sumberrejo) dan Kecamatan Pasrepan (Ds. Sibon, Sampulante, Klakah, Mangguan, Ngantungan, Pasrepan). Juga Kecamatan Kejayan (Ds. Kedung Pengaron, Klangrong, Ambalambil), Kecamatan Lekok (Ds.Semedusari, Balonganyar, Wates, Pasinan) dan Kecamatan Gempol (Ds. Wonosunyo).
Penanganan bencana kekeringan juga dibantu oleh peran dunia usaha dan instansi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya. Seperti bantuan distribusi air bersih dari PT. Chiel Jedang Indonesia, PT. Indonesia Power, PT. HM. Sampoerna Plant Pandaan, PT. Nestle Plant Kejayan dan Bank BRI Kantor Cabang Pasuruan. Tidak terkecuali dukungan penuh dari PMI dan LPBI NU (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama) Kabupaten Pasuruan. (Eka Maria)
Komentar