Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Tambahan 4 PDP Covid-19 di Kabupaten Pasuruan, 1 Diantaranya Meninggal Dunia

Gambar berita
21 April 2020 (18:37)
Pelayanan Publik
4162x Dilihat
0 Komentar
admin

Sampai Selasa (21/04/2020) sore, jumlah PDP (pasien dalam pemantauan) Covid-19 di Kabupaten Pasuruan kembali meningkat. Tercatat ada 4 tambahan PDP Baru, yakni 2 warga Kecamatan Pandaan, 1 warga Nguling dan 1 warga Purwosari.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengatakan, 2 warga Pandaan adalah laki laki berusia 29 dan 40 tahun. Mereka datang ke RSUD Bangil pada Selasa (21/04/2020) pagi, lantaran mengeluh sesak nafas. Dan ternyata dari hasil pemeriksaan, keduanya memiliki penyakit penyerta, yakni Bronkitis (infeksi yang menyerang saluran pernapasan utama dari paru-paru).

Sedangkan Warga Nguling juga laki-laki yang masih berusia 19 tahun. Kata Anang, sebelum masuk RSUD Bangil tadi pagi, pasien tersebut sempat dirawat di salah satu klinik di Kota Pasuruan selama 2 minggu lantaran typhus dan panas tinggi. Setelah dua minggu, pasien memutuskan pulang dan ternyata mengalami demam tinggi sehingga memutuskan ke RS.

“Untuk warga Nguling ini ada riwayat sakit thyphus selama 2 minggu dirawat di Klinik di Kota Pasuruan. Kemudian memutuskan pulang pada hari minggu. Dan sehari kemudian panas tinggi lagi, dan tadi keluarga membawa ke RSUD Bangil,” kata Anang, dalam keterangan Persnya di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan.

Sementara itu, satu PDP baru lagi adalah Perempuan (76), warga Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari yang meninggal dunia pada Senin (20/04/2020) malam. Menurut Anang, warga Purwosari ini ditetapkan PDP oleh RSUD Lawang, lantaran datang dengan keluhan badan lemas, terbaring lemah dan sesak nafas, dan sudah 2 bulan bolak-balik RSSA Malang karena mengidap TBC.

“Yang bersangkutan masuk RSUD Lawang pada hari minggu 19 April 2020 karena badan lemas, tidak mau makan dan terbaring lemah dirumahnya sekitar 2 bulan. Bolak balik ke RSSA Malang. Dan pada hari senin malam 20 April 2020, yang bersangkutan meninggal dunia di RSUD lawang, dikarenakan sesak nafas. Dan di RSUD Lawang, tidak ada rapid maupun swab,” terangnya.

Setelah meninggal dunia,  jenazah langsung dipulasarakan dengan protocol penanganan pasien Covid-19, dan setelah dari rumah Sakit Lawang, langsung dimakamkan di Desa Kertosari tanpa dibawa ke rumah duka.  Dijelaskan Anang, rumah duka telah dilakukan penyemprotan dan protokol kesehatan lainnya, dengan tujuan mensterilkan sekitar tempat tinggal almarhumah dari virus apapun.

“Karena memang tidak ada swab dan rapid yang dilakukan oleh RSUD Lawang, maka demi kebaikan dan kesehatan bersama, kami lakukan penyemprotan disinfektan di rumah almarhumah,” jelasnya.

Dengan bertambahnya 4 warga berstatus PDP, total keseluruhan PDP di Kabupaten Pasuruan mencapai 44 orang. Dengan rincian 5 warga Bangil, 5 warga Beji, 2 warga Gempol, 1 warga Gondangwetan, 4 warga Grati, 1 warga Kraton, 2 warga Lekok, 2 warga Nguling, 4 warga Pandaan, 7 warga Prigen, 1 warga Purwodadi, 2 warga Purwosari, 1 warga Rejoso, 2 warga Rembang, 2 warga Sukorejo, 1 warga Tosari dan 2 warga Wonorejo.

Di sisi lain, naiknya jumlah PDP Covid-19 di Kabupaten Pasuruan juga dibarengi dengan meningkatkan jumlah ODP (orang dalam pemantauan) sebanyak 7 orang, yakni dari 167 orang menjadi 174 orang. Ketujuh tambahan ODP tersebut terdiri dari 1 warga Grati, 1 warga Tutur, 1 warga Gempol, 1 warga Kejayan, 1 warga Pandaan, 1 warga Bangil dan 1 warga Kraton. Dengan adanya ODP di Kecamatan Kejayan dan Tutur yang notabene sampai kemarin masih berstatus Zona Hijau (tidak ditemukan pasien ODP maupun PDP), maka terhitung hari ini, tidak ada lagi kecamatan di Kabupaten Pasuruan berstatus Zona Hijau Covid-19.

“Temuan ODP ini adalah kerja keras dari para surveillance yang melakukan tracing dan tracking atau penelusuran terhadap warga yang berpotensi. Yakni mereka yang punya riwayat perjalanan dari luar daerah dan data lainnya,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pasuruan itu. (emil/anang saiful Wijaya)

 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Rehab SDN Petung III Pasrepan Rampung. Bupati Mas Rusdi : Terima Kasih Bank Jatim

Ruang kelas IV dan V UPT Satuan Pendidikan SDN Petung III Pasrepan yang sempat a...

Article Image
Buka Mini Job Fair Kabupaten Pasuruan 2026. Mas Rusdi : Semua Harus Dapat Hak yang Sama. Mudah-Mudahan Sesuai Kualifikasi yang Dibutuhkan Perusahaan

Ribuan pencari kerja (Pencaker) memadati Mini Job Fair Kabupaten Pasuruan yang d...

Article Image
Kunjungi Perumda Pasar Jaya Jakarta, Pemerintah Kabupaten Pasuruan Belajar Tata Kelola Pasar Mandiri

Bupati Pasuruan, H.M. Rusdi Sutejo, pimpin langsung kunjungan kerja ke Kantor Pu...

Article Image
Jelang Keberangkatan, Pemkab Pasuruan Siap Fasilitasi Bus dan Seragam Ribuan Jamaah Calon Haji

Tahun ini, sebanyak 1635 warga Kabupaten Pasuruan akan melaksanakan ibadah haji...

Article Image
TP PKK Kabupaten Pasuruan Gelar Silaturrahmi dengan Pengurus dan Anggota

Masih dalam nuansa Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Tim Penggerak PKK Kabupate...