Sebulan sejak diresmikan, jumlah pemohon paspor di Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pasuruan terus mengalami peningkatan.
Dalam sehari, jumlah warga yang melakukan kepengurusan paspor terus bertambah meski dibatasi kuota.
Kepala Kantor Imigrasi Pasuruan, Chairul Huda Ahmad mengatakan, bertambahnya jumlah pemohon disebabkan banyak faktor, salah satunya keleluasan pemohon untuk bisa melakukan kepengurusan paspor di semua kantor imigrasi se-Indonesia.
"Karena ngurus paspor bisa di semua kantor imigrasi. Jadi kalau dari jakarta mau ngurus di Kantor Imigrasi Pasuruan boleh-boleh saja," kata Huda saat ditemui di ruangannya, Rabu (4/3/2026).
Dijelaskannya, pada hari-hari awal pasca diresmikan, jumlah pemohon yang datang tak sampai 10-15 orang. Namun setelah itu, jumlahnya terus meningkat di setiap harinya.
"Bukan hanya warga Pasuruan saja tapi juga dari luar daerah berdatangan ke sini, mungkin supaya tidak antre lama atau faktor lainnya. Karena kami pastikan 4 hari sudah jadi," imbuhnya.
Sementara itu, saat ditanya seputar pengaruh konflik di timur tengah dengan jumlah pemohon paspor di Kantor Imigrasi, Huda menegaskan tak ada pengaruhnya sama sekali. Sebab kepengurusan paspor tidak hanya untuk timur tengah saja, melainkan ke berbagai negara di penjuru dunia.
Hanya saja, ia tetap memberikan saran agar masyarakat yang ingin bepergian ke luar negeri lebih bijak dalam memiilih destinasi negara yang akan dituju.
"Perhatikan kondisi terkini negara yang dituju, apakah betul-betul aman, tidak ada konflik dan lainnya," tegasnya.
Sementara itu, salah satu pemohon paspor dari Surabaya, Tridesi Ariyanti mengungkapkan pelayanan di Kanyor Imigrasi Pasuruan sangat bagus, cepat dan tepat waktu.
"Pas 4 hari, saya gak usah ngantri lagi, datang 5 menit langsung terbit paspor baru dan saya bisa langsung balik lagi ke surabaya," ungkapnya.
Komentar