Sukses digelar dua hari (27-28 April 2024) di Kecamatan Purwodadi, Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Andriyanto yakin, event GEMA KATING (Gerakan Makan Alpukat Untuk Menanggulangi Stunting) sangat berpeluang bagi menjadi media promosi efektif sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Tidak terkecuali sebagai ajang promosi hasil pertanian unggulan, khususnya dalam mengenalkan buah Alpukat sebagai produk tanaman hortikultura kebanggaan Kabupaten Pasuruan.
"Harapan saya, kegiatan ini dilaksanakan tepat pada saat panen raya buah Alpukat sehingga melalui event ini bisa mendorong masyarakat untuk mencintai Alpukat dan menambah wawasan terkait manfaat dan peluang usaha buah Alpukat. Sementara bagi para petani Alpukat, event ini diharapkan menjadi sarana yang memudahkan melakukan pemasarannya," urainya pada saat hadir dalam acara penutupan GEMA KATING pada hari Minggu (28/4/2024).
Tentu saja dalam penyelenggaraan kegiatan GEMA KATING di tahun-tahun selanjutnya harus dipersiapkan dengan lebih baik lagi. Baik dari segi perencanaan, kemasan maupun pelaksanaan secara teknis di lapangan.
"Apabila dikemas dengan baik dapat menjadi ajang promosi pariwisata dan ekonomi kreatif dan pertanian yang luar biasa. Sehingga menarik kunjungan wisatawan di Kabupaten Pasuruan dan terjadi perputaran uang yang sudah pasti akan membantu meningkatkan perekonomian, khususnya bagi masyarakat sekitar," tuturnya dengan optimis.
Selain sebagai media edukasi masyarakat agar lebih mengenal buah yang kaya nutrisi, vitamin, mineral dan lemak sehat untuk masa pertumbuhan anak, dihelatnya GEMA KATING menjadi wadah bagi petani penghasil Alpukat. Utamanya untuk mengenalkan dan menjual hasil panennya langsung kepada khalayak.
Tidak hanya itu saja. Makanan olahan berbahan dasar Alpukat juga dikenalkan di panggung yang sama sekaligus menjadi peluang bagi pegiat UMKM untuk mengembangkan dan berinovasi menciptakan menu olahan Alpukat. Proyeksinya, ke depannya bisa menjadi oleh-oleh khas Kabupaten Pasuruan.
"Kegiatan ini juga sebagai ajang sosialisasi manfaat Alpukat kaya gizi, nutrisi, zat besi yang sangat dibutuhkan, khususnya di masa pertumbuhan. Ada gerakan makan Alpukat, baik dikonsumsi langsung maupun dalam bentuk makanan olahan, khususnya ibu- ibu hamil, balita untuk mencegah stunting dan kekurangan gizi," tandasnya.
Diketahui, kegiatan digelar di lapangan Pucangsari, Kecamatan Purwodadi sebagai salah satu wilayah penghasil Alpukat terbesar di Kabupaten Pasuruan tersebut berlangsung sangat meriah. Pantauan Tim Humas Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, masyarakat begitu antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang digelar. Baik yang berpartisipasi dalam Lomba Senam Sehat, Vlog/Reels instagram untuk konten creator maupun yang ikut kegiatan Cek Kesehatan Gratis dan Donor Darah.
Ada juga Bazar UMKM dan Desa Wisata yang menampilkan potensi dan produk unggulan dan edukasi Gemar Makan Alpukat. Di hari pelaksanaan (28 April 2024), Plh. Bupati Andriyanti berkesempatan membagikan Makanan Pendamping Asi (M-PASI) untuk balita dan ibu hamil berupa makanan olahan Alpukat.
Diketahui, kegiatan digelar di lapangan Pucangsari, Kecamatan Purwodadi sebagai salah satu wilayah penghasil Alpukat terbesar di Kabupaten Pasuruan tersebut berlangsung sangat meriah. Pantauan Tim Humas Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, masyarakat begitu antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang digelar. Baik yang berpartisipasi dalam Lomba Senam Sehat, Vlog/Reels instagram untuk konten kreator maupun yang ikut kegiatan Cek Kesehatan Gratis dan Donor Darah.
Ada juga Bazar UMKM dan Desa Wisata yang menampilkan potensi dan produk unggulan dan edukasi Gemar Makan Alpukat. Di hari pelaksanaan (28 April 2024), Plh. Bupati Andriyanti berkesempatan membagikan Makanan Pendamping Asi (M-PASI) untuk balita dan ibu hamil berupa makanan olahan Alpukat. Berikut, membagikan bibit buah Alpukat yang secara simbolis diserahkan kepada beberapa petani Alpukat.
Tidak hanya itu saja. Semakin siang, acara semakin meriah dengan hadirnya Ancak 5.000 Alpukat yang dibagikan gratis kepada masyarakat. Menggenapi workshop oleh Asosiasi Petani Alpukat dan acara hiburan dan kesenian tradisional yang tampil atraktif. (Eka Maria)
Komentar