Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Stok Menipis, Pemkab Pasuruan Minta Pemerintah Pusat Segera Kirim Obat-Obatan dan Vitamin Bagi Sapi

Gambar berita
07 Juni 2022 (15:18)
Kesehatan
3210x Dilihat
0 Komentar
admin

Pemkab Pasuruan meminta kepada Pemerintah Pusat agar segera memberikan bantuan obat-obatan, vitamin dan vaksin untuk penanganan PMK (penyakit mulut dan kuku).

Permintaan ini bukan tanpa sebab. Mengingat populasi sapi perah di Kabupaten Pasuruan menjadi paling besar se-Jawa Timur, yakni menyumbang hingga 30%.

Bupati Pasuruan, Dr. HM Irsyad Yusuf SE.MMA mengatakan, populasi sapi perah di Kabupaten Pasuruan mencapai 97.101 ekor dan tersebar di beberapa kecamatan seperti Lumbang, Puspo, Grati, Tutur, Purwodadi, Lekok dan Nguling.

Dari jumlah tersebut, jumlah sapi perah yang terjangkit PMK sebanyak 205 ekor dan 10 diantaranya mati. Meski jumlah sapi perah yang mati sedikit, namun bisa berbahaya apabila tidak segera ditangani. Mengingat kandang-kandang sapi perah bersifat padat ternak.

"Bayangkan saja satu kandang bisa 3-10 ekor sapi. Ini bisa dikatakan padat ternak, sehingga apabila tidak segera ditangani ya berbahaya karena penularannya bisa semakin meluas," kata Bupati di sela-sela kesibukannya, Selasa (07/06/2022).

Selain 30% populasi sapi perah terbesar di Jatim, Kabupaten Pasuruan menjadi daerah dengan potensi ekonomi yang sangat strategis, di mana  banyak berdiri industri pengolahan susu (IPS) yang sangat tergantung dari keberadaan sapi  perah itu sendiri.

Untuk itu, Gus Irsyad mendesak Pemerintah Pusat agar bantuan obat-obatan, vitamin dan vaksin bisa segera disalurkan ke Kabupaten Pasuruan.

"Dari Pemprov Jatim sudah ada tapi memang sedikit, karena mungkin juga dibagi dengan semua daerah wabah maupun tertular di Jatim. Kami juga bisa memahami, tapi semoga Kabupaten Pasuruan menjadi prioritas," ucapnya.

Sejauh ini, stok obat-obatan dan vitamin di Kabupaten Pasuruan sudah mulai menipis. Dengan segera dikirimkannya kedua bantuan tersebut, maka setidaknya sangat membantu petugas untuk segera menangani sapi-sapi yang sakit atau yang berpotensi tertular.

"Lebih cepat lebih baik, karena stok obat-obatan dan vitamin sapi juga semakin menipis," singkatnya. (emil)

 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kukuhkan Dewas BLUD RSUD Bangil dan RSUD Grati 2026–2030, Mas Bupati Tekankan Digitalisasi Layanan Kesehatan dan Peningkatan Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo mengukuhkan Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan U...

Article Image
KUD Sembada Puspo Targetkan Produksi Susu Segar 40 Ton/Hari

Kabupaten Pasuruan menjadi lumbung susu segar terbesar kedua di Jawa Timur. Sala...

Article Image
Mas Bupati Rusdi Lantik 16 Pejabat Eselon II, 105 Eselon III dan 176 Pejabat Eselon IV di Lingkungan Pemkab Pasuruan

Hari ini, Kamis (8/1/2026), Mas Bupati Rusdi, sapaan akrab Bupati Pasuruan melan...

Article Image
Mas Rusdi Lantik 297 Pejabat Eselon II, III dan IV Pemkab Pasuruan

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo melantik sebanyak 297 pejabat di Lingkungan Pemeri...

Article Image
Jadi Penopang Perekonomian. Ikan Lempuk Khas Danau Ranu Grati Kian Dicari

Ikan lempuk hingga kini masih menjadi kebanggaan masyarakat di sekitar Danau Ran...