Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Sidak Ternak. Gubernur Jatim Terpilih, Khofifah Tegaskan Pasar Hewan Harus Diproteksi Agar PMK Tidak Meluas

Gambar berita
09 Januari 2025 (08:49)
Kesehatan
1408x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Gubernur Jawa Timur Terpilih, Khofifah Indar Parawansa menegaskan munculnya kembali kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) akhir-akhir ini harus segera dimitigasi.

Penegasan tersebut ia sampaikan saat meninjau ratusan ternak milik H.Misbahul Munir di Desa Cobanjoyo, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (9/1/2025) siang.

Menurutnya, mitigasi yang dilakukan harus menyasar di semua tempat, khususnya Pasar Hewan yang menjadi pusat lalu lintas jual beli ternak, baik sapi, kerbau maupun kambing.

Oleh karena itu, Khofifah menyarankan agar pasar hewan harus segera diproteksi dengan berbagai macam upaya. Seperti penyemprotan desinfektan secara intens, pelarangan sapi dari luar daerah masuk ke dalam daerah, hingga upaya memastikan sapi-sapi yang diperjual belikan dalam keadaan sehat.

"Semua harus dimitigasi, kemudian dilakukan proteksi. Jangan sampai penyebarannya semakin meluas atau melebar. Pasar Hewan yang harus diproteksi, karena itu jadi pusat lalu lintas ternak dari berbagai daerah," katanya.

Khofifah lantas mencontohkan kasus PMK yang terjadi tahun lalu juga berawal dari pasar hewan. Dan untuk kasus yang merebak akhir-akhir ini, ia menyampaikan bahwa jumlah kasus terbanyak terjadi di Jember. Sehingga ia menghimbau kepada semua daerah untuk mewaspadai semakin meluasnya PMK. Apalagi momennya berdekatan dengan Bulan Suci Ramadhan.

"Sampai hari ini relatif agak banyak yang terpapar, ternak-ternak di Jember. Kalau seperti ini, maka kerbau, sapi, kambing jangan keluar kota dulu," terangnya.

Sementara itu, apa yang disampaikan Khofifah telah dilakukan oleh Pemkab Pasuruan. Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis menegaskan bahwa semua pasar hewan di Kabupaten Pasuruan sudah diproteksi. Utamanya disinfeksi yang telah dilakukan sejak seminggu lalu, dan dilaksanakan setiap hari.

"Disinfeksi pasar hewan sudah kami lakukan sejak seminggu lalu sampai hari ini. Intinya sampai situasi PMK benar-benar mereda, karena lalu lintas ternak yang masuk ke pasar hewan cukup tinggi, jadi kami pastikan semuanya steril bebas dari virus," ucapnya.

Lebih lanjut Nurkholis menerangkan, pasar hewan masih boleh beroperasi. Namun dengan catatan semua pemilik ternak wajib menjaga dan memastikan sapi, kambing maupun kerbau yang diperjual belikan dalam keadaan sehat.

"Kalau obat-obatan, kami sudah mengirimkan ke semua peternak. Secepat mungkin kalau ada keluhan sakit yang mengarah suspek PMK, segera lapor ke desa, kecamatan atau Dinas Peternakan," pintanya.

Di tempat yang sama, Pemilik Peternakan, Kaji Munir mengaku memiliki sekitar 300 sapi potong, dan semuanya dalam kondisi sehat.

"Alhamdulillah semuanya sehat, kita datangkan mantri peternakan dari Dinas untuk terus mengecek kesehatan sapi kami, karena lumayan banyak," ungkapnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Ajarkan Anak Jaga Kebersihan Gigi. BUNDA PAUD Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo Luncurkan Buku "Medi Si Gigi Putih"

Ada yang istimewa dalam Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke 42 di Kabu...

Article Image
Warga Pasuruan Patut Bangga, Sampah Bakal Diubah Jadi Listrik 10 Megawatt

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyatakan siap penuh mengikuti Program Tata Kelol...

Article Image
Gus Shobih Lantik Pengurus BAZNAS Kab. Pasuruan 2026–2031, Dorong Pengurus Lahirkan Program-Program yang Berdampak

Wakil Bupati Pasuruan resmi mengukuhkan kepengurusan Badan Amil Zakat Nasional (...

Article Image
Kabupaten Pasuruan Dikunjungi Ratusan Mahasiswa 42 Negara

Ratusan mahasiswa SI, S2 dan S3 dari 42 negara di dunia berkunjung ke Kabupaten...