Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Siapkan Rp 6 M Untuk Normalisasi Sungai Kecil di 80 Titik

Gambar berita
20 Januari 2021 (19:58)
Pelayanan Publik
3757x Dilihat
0 Komentar
admin

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang, kembali akan menormalisasi jaringan irigasi maupun anak sungai di beberapa wilayah.

Ditargetkan, 80 titik lokasi normalisasi akan mulai dikerjakan pada tribulan kedua mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Misbah Zunib mengatakan, untuk menormalisasi seluruh lokasi tersebut, anggaran sebesar Ro 6 Milyar telah disiapkan. 

"Normalisasi jaringan irigasi dan anak-anak sungai masih rutin kita lakukan. Dan untuk tahun ini sudah disiapkan Rp 6 Milyar untuk melaksanakan kegiatan ini," kata Misbah, di sela-sela kesibukannya, Rabu (20/01/2021) sore.

Hanya saja, untuk normalisasi tahun ini yang akan dimulai akhir bulan ini, tidak dilakukan di seluruh kecamatan se-Kabupaten Pasuruan. Melainkan di 7 kecamatan, yakni Gempol, Pandaan, Beji, Bangil, Rejoso, Winongan, dan Gondang Wetan. 

Menurut Misbah, kegiatan normalisasi tak ujuk-ujuk dilakukan dengan mengcopy paste kegiatan tahun 2020 lalu. Melainkan berdasarkan pemetaan terhadap lokasi normalisasi. Termasuk usulan yang datang dari warga, pemerintah desa maupun kecamatan. 

"Kalau normalisasi tahun lalu ada yang belum selesai, ya kita selesaikan tahun ini. Tapi rata-rata semuanya yang dilakukan tahun lalu ya langsung selesai. Selain kita yang melakukan mapping, usulan dari warga, pemerintah desa maupun kecamatan ikut memberikan saran untuk penentuan lokasi sasaran," terangnya.

Lebih lanjut Misbah menegaskan bahwa normalisasi diperlukan untuk meminimalisasi pendangkalan jaringan irigasi yang kerap terjadi. Sehingga, diperlukan normalisasi agar jaringan irigasi dan anak-anak sungai bisa tetap terjaga fungsinya.

Dalam praktek di lapangan, kegiatan normalisasi dilakukan dengan menggunakan alat berat berat yang dimiliki dinas, serta di beberapa titik dengan menggunakan tenaga manusia. Kata Misbah, masih perlunya tenaga manusia, lantaran di beberapa lokasi normalisasi, kondisi jalannya tak bisa dilewati oleh alat berat tersebut.

“Untuk realisasinya (normalisasi) mayoritas menggunakan alat berat yang kami miliki. Di sebagian titik, juga menggunakan tenaga manusia karena tidak bisa dijangkau dengan alat berat," tutup Misbah. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Sistem Pengelolaan Sampah di TPA Wonokerto Terus Ditingkatkan

Sistem pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)  Wonokerto, teru...

Article Image
Pemkab Pasuruan Dorong Peningkatan Level Puluhan Desa Maju Jadi Desa Mandiri

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan tahun ini mendorong peningkatan status da...

Article Image
Belasan Tahun Tak Diperbaiki. Jalan Poros di Desa Watuprapat Nguling, Kini Dibangun Kembali

Warga Desa Watuprapat, Kecamatan Nguling berucap syukur. Sebab selama 14 tahun t...

Article Image
1-31 Agustus 2026. Ayo Manfaatkan Layanan Pembebasan Pajak Daerah

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indones...

Article Image
Jalur Bangil - Sukorejo Kini Terang Benderang. Pemkab Pasuruan Selesai Bangun 385 PJU Smart System

Sepanjang Jalan dari Bangil - Sukorejo, kini tak lagi suram alias terang bendera...