Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Siapkan Rp 10 M Untuk Penanganan Bencana di Kabupaten Pasuruan

Gambar berita
22 Maret 2018 (18:46)
Lingkungan
3147x Dilihat
0 Komentar
admin

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyiapkan anggaran Rp 10 Milyar untuk penanganan bencana di Kabupaten Pasuruan.

Dari anggaran tersebut, sebanyak Rp 400 juta telah dikeluarkan untuk penanganan bencana, baik banjir, puting beliung maupun tanah longsor.

Bakti Jati Permana, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengatakan, bencana yang melanda hampir tiga bulan terakhir, benar-benar menyedot dana tak sedikit, lantaran dipergunakan untuk penanganan kedaruratan, seperti pembelian mie instant dan kebutuhan dapur umum lainnya, pengadaan terpal, sand bag (karung pasir) hingga kegiatan pembersihan sungai-sungai yang dipenuhi sampah kiriman maupun longsor di Tosari.

“Apalagi hari ini, banjir sudah menerjang 3 kecamatan, yakni Bangil, Kraton dan Beji. Bangil paling parah sampai 1 meter lebih yang dekat laut. Maka dari itu, sudah kami pastikan untuk pendirian dapur umum dan kebutuhan kedaruratan lainnya,” kata Bakti saat dihubungi via telepon, Kamis (22/03/2018).

Ia menguraikan, banyaknya biaya yang dikeluarkan sesuai fakta. Seperti contohnya untuk pembelian mie instan. Ribuan mie instan tersebut disalurkan kepada masyarakat yang terdampak banjir. Belum lagi untuk kegiatan lain, seperti bersih-bersih sungai ataupun longsor. Besaran anggaran yang dikeluarkan tersebut, belum termasuk pembenahan fisik, seperti kerusakan infrastruktur, rumah-rumah warga yang mendapatkan bantuan dan pembenahan-pembenahan lainnya.

“Kalau untuk pembenahan fisik masih belum kita hitung. Jadi Rp 400 juta itu anggaran yang kita kelola. Kalau untuk pembenahan fisik ada di Dinas PU Bina Marga dan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman,” singkatnya.

Sementara itu, saat disinggung perihal pengalokasian anggaran, Bakti menegaskan bahwa anggaran bisa diambil sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan. Yakni melalui anggaran tidak terduga yang berasal dari Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan.

“Yang paling penting adalah penanganan kedaruratan. Anggaran bisa diambil kapan saja sesuai dengan tingkat kebutuhan,” pungkas pria penyuka motor trail itu. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Wabup Gus Shobih Serahkan Salinan Penetapan Pengangkatan Wali 22 Anak Yayasan Metal Muslim Al Hidayah

Sebanyak 22 anak binaan Yayasan Metal Muslim Al Hidayah di Rejoso, Kabupaten Pas...

Article Image
Tekan Inflasi dan Dorong UMKM, Pemkab Pasuruan Gelar Festival Pasar Murah di Nguling

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah Peri...

Article Image
Jemput Bola. Kantor Imigrasi Pasuruan Buka Layanan Paspor di CFD Pandaan

Layanan kepengurusan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pasuruan kini t...

Article Image
Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026. Mas Rusdi - Gus Shobih Bagikan Sepeda Gunung dan 1 Ekor Kambing

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Nonton Bareng (Nobar) Semifinal Piala Du...

Article Image
Kejurnas Finswimming Piala Bupati Badung Open 2026. Kabupaten Pasuruan Raih Juara Umum II

Kontingen Pengkab Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kabupaten P...