Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus berupaya mensinergikan peran ketiga pilar unsur pembangunan dalam rangka mendukung keberhasilan pembangunan desa. Baik yang melibatkan Kepala Desa/Lurah, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan maupun Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).
Komitmen dan keseriusan bersama dalam mengoptimalkan kinerja dan kemitraan mengabdikan diri kepada masyarakat itu juga yang kemudian diapresiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hal itu menyusul terpilihnya Desa Sumberejo, Kecamatan Winongan yang masuk sebagai nominasi 10 Desa/Kelurahan dalam Anugerah Patriot Jawa Wetan II.
Capaian predikat tersebut disampaikan dalam Malam Penghargaan Anugerah Patriot Jawi Wetan II 2024. Digelar di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya pada hari Kamis (24/10/2024) malam, acara dihadiri oleh Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono. Dari Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Nurkholis hadir bersama Sekretaris Daerah, Yudha Triwidya Sasongko dan Kepala Perangkat Daerah terkait. Turut hadir juga, Dandim 0819 Pasuruan Letkol Arh. Noor Iskak, Kapolres Pasuruan AKBP Teddy Chandra beserta jajarannya.
Secara seremonial, Piagam Penghargaan diserahterimakan dari Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono kepada perwakilan dari Babinsa Koramil 0819/15 Winongan, Babin Kamtibmas Polsek Winongan dan Pemerintah Desa Sumberejo, Kecamaan Winongan.
Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono mengapresiasi partisipasi aktif seluruh elemen dalam memaksimalkan kerjasama dan kekompakan. Saling berkolaborasi dalam melaksanakan program-program pembangunan. Berikut, menjaga ketertiban, keamanan dan kondusifitas sosial.
"Atas nama Pemprov Jatim kami mengucapkan terimakasih penghargaan yang setinggi-tingginya atas kolaborasi 3 pilar dan harian Disway yang menjadi organizer acara ini. Dimana kita sebetulnya bagian dari rasa syukur kita di Hari Jadi Provinsi Jatim ke-79, hari Bhayangkara ke-78 dan HUT TNI ke-79. Bagaimana bisa memberikan penghormatan setinggi-tingginya, penghargaan, apresiasi terhadap ujung tombak yang melaksanakan pembangunan," ujarnya.
Menurutnya, kewajiban ketiga pilar dalam melaksanakan tugasnya sudah pasti tidak mudah. Terlebih dalam menghadapi masyarakat dengan karakteristik yang berbeda-beda di setiap wilayah yang diampunya.
"Kita selama ini memperoleh hasil dari bawah ke atas tapi kita tidak pernah melihat bagaimana beratnya pekerjaan di bawah yang penuh dinamika. Baik Kades/Lurah, Babinsa, Babin Kamtibmas bersentuhan langsung ke masyarakat yang dibinanya dengan seni, teknik, strategi untuk mengatasi berbagai persoalan. Sehingga seluruh program dan kebijakan dari atas bisa berjalan dengan baik. Pada akhirnya berdampak pada masyarakat jadi sejahtera. Itu pekerjaan yang sulit," tandasnya.
Komentar