Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Resiko Kenaikan Kasus Rendah, Kabupaten Pasuruan Kembali Memasuki Zona Kuning

Gambar berita
09 Mei 2021 (22:42)
Pelayanan Publik
3626x Dilihat
0 Komentar
admin

Terhitung hari Senin (3/5/2021) hingga hari ini, Minggu (9/5/2021), Kabupaten Pasuruan kembali memasuki zona kuning dalam peta sebaran Covid-19 Jawa Timur yang terus di update oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Dengan asumsi, zona kuning merupakan resiko kenaikan kasus rendah. Hal itu menyusul terjadinya penurunan kasus terkonfirmasi positif yang diakibatkan virus Corona tersebut.

Tentunya hal itu merupakan kabar yang sangat menggembirakan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan, terutama Pemerintah Kabupaten yang tanpa lelah terus berikhtiar. Berupaya untuk mempercepat penanganan pandemi yang juga masih belum berakhir melalui bermacam cara.

Diantaranya dengan terus mengkampanyekan Perilaku Hidup Sehat (PHBS) dan disiplin protokol kesehatan secara kontinyu melalui Dinas Kesehatan. Berikut vaksinasi Covid-19 yang hingga saat ini masih terus dilaksanakan. Dilanjutkan dengan meneruskan kebijakan Pemerintah Pusat terkait Larangan Mudik Lebaran 1442 H yang diimplementasikan secara bersama-sama dengan Forkopimda.

Hasilnya, hingga hari Minggu malam (9/5/2021), jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Pasuruan mengalami penurunan. Dari yang sebelumnya 17 orang, saat ini menjadi 15 orang. Masing-masing warga Kecamatan Bangil (1 pasien), Gondangwetan (2 pasien), Grati (1 pasien), Kejayan (1 pasien), Kraton (2 pasien), Nguling (1 pasien), Pandaan (1 pasien), Pohjentrek (2 pasien), Purwosari (2 pasien), Rembang (1 pasien), Winongan (1 pasien).

Kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dr Ani Latifah, ke-15 pasien tersebut saat ini dirawat tersebar di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Pasuruan. Masing-masing di RSUD Bangil, RSUD Grati dan RS Prima Husada Pandaan.

“Alhamdulillah kasus aktif sekarang ini sudah turun sampai lebih dari 50 persen. Padahal dulu kasus aktif bisa diatas 100 pasien. Kebanyakan usianya diatas 50 tahun dengan penyakit penyerta”, jelasnya.

Sedangkan untuk prosentase tingkat kematian agak naik yakni 8 persen dari sebelumnya 7,2 persen. Hal itu disebabkan adanya penurunan jumlah pasien terkonfirmasi positif. Sehingga berdampak pada hasil pembagian terhadap jumlah pasien meninggal, sekalipun jumlahnya sudah turun.

Di akhir perbincangannya, dr Ani menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan tanpa terkecuali agar lebih taat lagi dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan. Terlebih pada saat merayakan momen spesial bagi umat muslim yakni Idul Fitri 1442 H yang tinggal menghitung hari. Tujuannya tidak bukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (Eka Maria)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kisah Hari Apriyanto Tekuni Budidaya Burung Perkutut Jawara

Siapa di sini yang suka mengoleksi burung perkutut? Burung dengan ciri khas suar...

Article Image
Cerita Tri Mulyo. 30 Tahun Bertahan Hasilkan Sepatu dan Sandal Tak Kalah dengan Produk Luar Negeri

Keuletan, kesabaran dan kerja keras pasti membuahkan hasil.3 kata ini menggambar...

Article Image
Olimpiade MI Pertama di Kabupaten Pasuruan. Bupati Mas Rusdi Tegaskan Tahun Depan Acaranya Harus Lebih Sukses

Untuk pertama kalinya, ada Olimpiade Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Pasuruan.O...

Article Image
Wabup Gus Shobih Buka Liga Sepak Bola Piala Bupati Pasuruan Antar Pelajar SMP Sederajat

Momen Piala Dunia 2026 sepertinya memotivasi Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk...

Article Image
Ratusan Calon Manajer KDKMP dan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Pasuruan Digembleng Militer

Ratusan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Ne...