Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Prestise, 765 Kung Mania Ikuti Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut Jatim 2018

Gambar berita
23 September 2018 (11:47)
Olahraga
3753x Dilihat
0 Komentar
admin

Sebanyak 765 burung perkutut bersaing untuk mengeluarkan suara terindahnya dalam Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut, Liga Perkutut Jawa Timur seri ke-VI, di Lapangan Detasemen AU Raci, Bangil, Minggu (23/09/2018).

Hari Apriyanto, Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Pelestari Perkutut Pasuruan mengatakan, jumlah peserta lomba seni suara burung perkutut untuk tahun ini jumlahnya meningkat dari tahun 2017 lalu, yakni dari 600 kung mania menjadi 765 kung mania. Burung kesayangan mereka akan berkompetisi dalam lima kategori, diantaranya  Dewasa Senior, Dewasa Junior, Piyek Junior, Piyek Senior serta Hanging (burung yang masih muda dan berusia kurang dari satu tahun).

“Seluruh peserta memperebutkan 30 juara yang akan mendapat piala dan trophy atau sertifikat penghargaan. Ratusan sangkar burung perkutut dipasang memanjang, dengan dinilai oleh 24 orang juri, yang terdiri dari 2 perumus, 8 penancap, dan 14 juri utama yang akan melihat kemampuan burung perkutut dalam mengeluarkan suara depan, suara tengah, suara ujung, serta keindahan dalam hal berirama maupun kualitas suara burung itu sendiri,” kata Hari, di sela-sela acara.

Dijelaskannya, para peserta bukan hanya berasal dari 38 kota dan kabupaten di Jawa Timur, melainkan ada juga yang jauh-jauh dari Semarang, Yogjakarta, Bali hingga Jakarta. Banyaknya peserta yang membludak, tak lain adalah bagian dari kecintaan para kung mania pada perkutut yang menjadi burung berbeda dengan burung kebanyakan.

“Lomba ini tidak ada hadiah uangnya. Tapi adalah prestise, karena perkutut juara pasti harganya akan naik, bahkan ada yang selangit sampai dibeli Rp 400 juta, karena anak dan induknya bagus, istilah jawanya jebol kandang,” imbuhnya.

Sementara itu, Adras Ridwan selaku Ketua Pengurus Wilayah (Pengwil) menegaskan bahwa burung perkutut mempunyai lambang tersendiri bagi si pemiliknya, terlebih prestise (kehormatan,red) burung perkutut terjadi sejak jaman kerajaan silam.

 

"Kalau seseorang sudah memelihara perkutut, maka apapun aktifitas si pemilik, akan langsung ditinggalkan hanya untuk merawat burung perkutut. Tapi seiring dengan perkembangan jaman, perkutut sudah tersaingi dengan burung yang lain seperti kenari, love bird, cucak rowo dan burung yang lainnya," ungkapnya.

Di sisi lain, Sekda Kabupaten Pasuruan, Agus Sutiadji mengungkapkan, lomba suara burung perkutut kembali digelar, salah satunya untuk mengulang kejayaan burung yang terkenal dengan keindahan motif bulu dan sangkar yang khas daripada yang lain itu.

"Semoga kita terus melanjutkan tradisi nenek moyang kita, salah satunya dengan merawat burung perkutut. Mari kita jaga satwa dan fauna yang ada di negeri kita, agar mereka juga memiliki habitat yang nyaman, dan tentu saja terjaga kelestariannya," tegasnya.

Menurut Agus, direncanakan tahun 2019, Kabupaten Pasuruan kembali akan mengadakan Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut tingkat nasional, di Taman Chandra Wilwatikta Pandaan.

“Tadi saya dapat informasi dari Panitia kalau penyelenggaraan tahun 2019 mendatang akan dilaksanakan pada bulan oktober. Selamat berlomba untuk kung mania, semoga pulang dengan mambawa juara,” beber dia.(emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Doa Bersama Tahun Baru Muharram 1448 H. Bupati Rusdi : Semoga Kabupaten Pasuruan Senantiasa Menjadi Daerah Yang Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghofur

Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Pemerintah...

Article Image
Bantu Pemerintah Tuntaskan Wajar Dikdas 12 Tahun. Karang Taruna Desa Alastlogo Bangun Bimbel Gratis

Para Pemuda Karang Taruna Mutiara Telaga Bakti di Desa Alastlogo, Kecamatan Leko...

Article Image
Pemkab Pasuruan Dorong UMKM Merambah Online, Gus Shobih Buka Pelatihan Digital Marketing 2026

Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih Asrori, secara resmi membuka pelatihan Digital...

Article Image
Buka Pelatihan Digital Marketing. Wabup Gus Shobih : Ini Bukti Pemerintah Menaik Kelaskan UMKM

Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pa...

Article Image
Hadiri Jambore Perhutanan Sosial Jatim 2026 di Madiun, Wabup Shobih Tinjau Stand Petani Kopi dari Purwodadi

Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026 resmi dibuka pada Sabtu (13/6/2026) so...