Penjabat (Pj) Bupati Pasuruan, Andriyanto mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), Ma'ruf Amin meninjau pabrik pengolahan limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya) di Kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER). Bersama Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, visitasi dilakukan di PT Prada Tanara Pratama pada hari Kamis (27/6/2024) siang.
Memiliki luas sekitar 3.500 meter persegi, pembangunan PT Prada Tanara Pratama sudah mencapai 60 persen. Rencananya akan mulai dioperasikan pada bulan Agustus 2024.
Dalam kunjungannya, Wapres bersama rombongan berkesempatan melihat lebih dekat pabrik yang nantinya akan menjadi fasilitas pengolahan limbah dengan metode insenerasi tersebut. Yakni teknik menguapkan kandungan air dalam sampah menjadi sampah/limbah kering di PT PIER Pasuruan.
Pantauan Tim Humas Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kabupaten Pasuruan, seusai meninjau, Wapres mengapresiasi keberadaan PT Prada Tanara Pratama. Terlebih pengolahan limbah atau sampah industri merupakan hal penting, terutama B3.
"Beberapa waktu lalu isu sampah menjadi isu penting. Saat ini Pemerintah mendorong tempat pengolahan sampah atau limbah," tuturnya.
Ke depannya, Wapres ma'ruf berharap, tempat pengolahan sampah atau limbah B3 masih berada di kawasan industri. Sehingga dapat terintegrasi dengan pabrik-pabrik dalam satu kawasan.
"Saya mengapresiasi kawasan ini yang terbagi dalam tiga jenis. Yakni sampah limbah, sampah cair dan B3. Ke depan, area kawasan sampah akan diperluas lagi sampai di Ngawi," ungkap Wa'pres Ma'ruf.
Sementara itu, Pj. Gubernur Adhy menyatakan, Jawa Timur merupakan Provinsi dengan tingkat kemudahan berbisnis tertinggi dengan tingkat daya saing tinggi setelah DKI Jakarta. Hal itu ditambah dengan kepemilikan kawasan industri yang mendukung peningkatan realisasi investasi. Sekaligus berpotensi meningkatkan penciptaan lapangan kerja.
"Semoga pada Agustus, pabrik ini bisa beroperasi. Juga bisa menyerap tenaga kerja bagi masyarakat Jatim dan Pasuruan," ujar Pj. Gubernur Adhy. (Eka Maria)
Komentar