Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Pemkab Pasuruan Wanti-Wanti ASN Agar Tak Nekad Mudik

Gambar berita
03 Mei 2021 (17:58)
Pelayanan Publik
2617x Dilihat
0 Komentar
admin

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan mewanti-wanti seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) agar tak nekad mudik pada lebaran tahun ini. Pasalnya sanksi tegas sudah disiapkan untuk mereka yang kedapatan mudik saat penyekatan Mei nanti.

Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengungkapkan, larangan mudik berlaku untuk semua orang. Termasuk para ASN di Pemkab Pasuruan.

"Semuanya dilarang mudik," ucap Anang, saat ditemui di ruangannya, Senin (03/05/2021).

Mobilitas selama larangan mudik, lanjut Anang, hanya diperbolehkan untuk beberapa tujuan. Di antaranya bekerja atau perjalanan dinas, berobat karena sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, dan pemeriksaan ibu hamil.

Semua keperluan di luar empat poin tersebut, harus dilengkapi dengan print out Surat Izin Perjalanan Tertulis atau Surat Izin Keluar/Masuk (SIKM) sebagai persyaratan melakukan perjalanan atau surat keterangan dari kepala desa/lurah setempat/pejabat teratas/pimpinan perusahaan. 

“Wajib punya print out surat ijin perjalanan tertulis, kemudian ada tanda tangan dan stempel dari kades/lurah/pejabat teratas/pimpinan perusahaan," tegasnya.

Sebaliknya, jika ada ASN yang nekat mudik mulai 6-17 Mei nanti, pemkab akan memberikan sanksi tegas. Terkait jenis sanksi yang akan diberikan, Anang menyebut masih akan melakukan pembahasan. Meski demikian, karena hal itu termasuk pelanggaran disiplin, otomatis akan diproses oleh inspektorat.

Anang menjelaskan, ASN adalah abdi negara. Dia pun meminta agar ribuan pegawai Pemkab Pasuruan itu bisa jadi contoh masyarakat. 

"Tujuan utama dari aturan larangan mudik adalah untuk menekan laju penyebaran Covid-19," pungkasnya. 

Belajar pada pengalaman tahun lalu, Anang menuturkan jika kasus Covid-19 melonjak tajam setelah Idul Fitri. Penambahan terutama berasal dari klaster keluarga. Hal tersebut diupayakan dicegah agar tidak terjadi lagi tahun ini.

"Semoga dengan ikhtiyar yang kita lakukan, kasus Covid-19 semakin turun dan pandemi ini segera berlalu," tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pengurus KNPI Kabupaten Pasuruan 2026-2029 Dilantik. Mas Rusdi : Jaga Kekompakan dan Kami Tunggu Kontribusi Positif untuk Pembangunan

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pa...

Article Image
Hafal Juz 30 dan Surat-Surat Pilihan. 638 Siswa-Siswi MI se-Kabupaten Pasuruan, Diwisuda

Sebanyak 638 siswi/siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Pasuruan resmi di...

Article Image
Mas Rusdi Tegaskan Semua Layanan Pemerintah Kepada Masyarakat Harus Disederhanakan dan Gak Ribet

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menegaskan segala urusan yang ada kaitannya denga...

Article Image
Gus Shobih Buka Sosialisasi Dana Hibah Bagi Guru PAUD dan PNF se-Kabupaten Pasuruan

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pendidikan menggelar Sosialisasi ban...

Article Image
Bosai Mineral Group dan SIER Lakukan Kunjungan Tindak Lanjut ke Bupati Pasuruan, Komitmen Investasi Diperkuat

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menerima kunjungan tindak lanjut dari PT. Bosai Mi...