Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Pemkab Pasuruan Tetapkan 19 Desa Terdampak Kekeringan

Gambar berita
05 Juni 2018 (13:59)
Umum
3609x Dilihat
0 Komentar
admin

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menetapkan 19 Desa di 5 kecamatan sebagai daerah rawan kekeringan.

Ke-19 desa tersebut diantaranya Desa Cukur Guling, Karangjati, Karangasem, Watulumbung dan Desa Lumbang di Kecamatan Lumbang. Berikutnya Desa Balunganyar, Pasinan, Semedusari, dan Wates, Kecamatan Lekok, kemudian Desa Jeladri, Kedungrejo dan Sumberrejo, Kecamatan Winongan, Desa Sibon, Petung, Klakah, Tambakrejo, Mangguan dan Ngantungan, Kecamatan Pasrepan, serta Desa Bulusari, Kecamatan Gempol.

Bakti Jati Permana, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan mengatakan, penetapan kesembilas desa terdampak kekeringan tersebut berdasarkan survey dan kajian lapang yang sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu, hingga akhirnya ditetapkan seminggu belakangan.

“Sekarang memang sudah masuk musim kemarau, dan kita sudah melakukan survey lapangan. Sebagai hasilnya, ada dusun-dusun di beberapa desa yang sudah mulai merasakan kekeringan, baik kering langka, kering terbatas maupun kering kritis,” kata Bakti saat ditemui di kantornya, Selasa (05/06/2018) siang.

Khusus untuk kering kritis sudah dikategorikan sebagai bencana, dimana masyarakat sudah tidak bisa mencari atau menemukan sumber dan air bersih melebihi jarak 3 KM dari tempat tinggalnya. Oleh karenanya, penetapan 19 desa terdampak kekeringan adalah bagian dari upaya antisipasi, khususnya melalui dropping air bersih ke semua wilayah tersebut.

“Pemkab Pasuruan sudah menetapkan SK Tanggap Darurat Kekeringan, sehingga dari situ kita akan mulai melaksanakan kegiatan distribusi air bersih ke semua wilayah kekeringan,” imbuhnya.

Hanya saja, untuk dropping air bersih, hingga saat ini masih belum dilakukan. Meski begitu, BPBD berterima kasih kepada Pemerintah Desa maupun CSR (Cooperate Social Responsibility) Perusahaan yang sudah lebih dulu membantu dalam urusan dropping air bersih. Kata Bakti, rencananya dropping air bersih akan dilakukan pada pertengahan bulan Juni ini, dengan pengiriman sebanyak 2 kali dalam satu hari.

“Satu kali pengiriman oleh tangki yang menampung 5000 liter. Perlu kami tegaskan bahwa dropping air bersih bukan untuk keperluan mandi atau menyiram tanaman, melainkan hanya untuk keperluan makan dan minum sehari-hari,” beber dia.

Sejauh ini, selain Dropping air bersih, Pemkab Pasuruan juga memiliki anggaran yang sifatnya tidak terduga, dimana anggaran tersebut bisa dipergunakan sewaktu-waktu untuk kepentingan kebencanaan.

“Totalnya Rp 10 Milyar dan berpusat di Badan Keuangan Daerah (BKD), dan kalau kita membutuhkan untuk urusan penanganan darurat, bisa langsung dimanfaatkan,” tegasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Kisah Hari Apriyanto Tekuni Budidaya Burung Perkutut Jawara

Siapa di sini yang suka mengoleksi burung perkutut? Burung dengan ciri khas suar...

Article Image
Cerita Tri Mulyo. 30 Tahun Bertahan Hasilkan Sepatu dan Sandal Tak Kalah dengan Produk Luar Negeri

Keuletan, kesabaran dan kerja keras pasti membuahkan hasil.3 kata ini menggambar...

Article Image
Olimpiade MI Pertama di Kabupaten Pasuruan. Bupati Mas Rusdi Tegaskan Tahun Depan Acaranya Harus Lebih Sukses

Untuk pertama kalinya, ada Olimpiade Madrasah Ibtidaiyah se-Kabupaten Pasuruan.O...

Article Image
Wabup Gus Shobih Buka Liga Sepak Bola Piala Bupati Pasuruan Antar Pelajar SMP Sederajat

Momen Piala Dunia 2026 sepertinya memotivasi Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk...

Article Image
Ratusan Calon Manajer KDKMP dan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Pasuruan Digembleng Militer

Ratusan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Ne...