Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Pemkab Pasuruan Bebaskan Sanksi/Denda Pajak Daerah Terutang dan PBB P2

Gambar berita
19 September 2024 (08:19)
Pelayanan Publik
3225x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Pemerintah Kabupaten Pasuruan memberikan pembebasan sanksi administratif berupa bunga ataupun denda untuk pajak daerah terutang sampai dengan tahun pajak 2023 serta PBB P2 (Pedesaan dan Perkotaan) tahun pajak 2024 ketetapan sampai Rp 500 ribu.

Pembebasan sanksi/denda ini diberlakukan mulai 18 September sampai 18 Desember 2024.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Digdo Sutjahjo melalui Kabid Pengendalian, Penagihan dan Pengembangan Pendapatan Daerah pada Kabupaten Pasuruan, Agung Wara Laksana  menjelaskan pembebasan sanksi/denda semata-mata dilakukan untuk memberikan motivasi kepada wajib pajak yang belum melunasi PBB-P2 agar segera melunasinya.

Selain itu, 3 bulan masa pembebasan denda/sanksi merupakan bagian dari  agenda memperingati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke 1095.

"Kami ingin memotivasi para wajib pajak agar segera melunasi kewajibannya. Dan momennya pas sekali dengan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke 1095, jadi ini bagian dari memberikan kemudahan untuk wajib pajak tak perlu membayar dendanya," kata Agung saat ditemui di ruangannya, Kamis (19/9/2024).

Saat ditanya jumlah wajib pajak yang sudah dan yang belum melunasi pembayaran pajak PBB P2, Agung menegaskan sampai hari ini, jumlah wajib pajak yang belum melakukan pembayaran sebanyak 415.249 orang.

Apabila diprosentasekan dengan jumlah wajib pajak PBB P2 sebanyak  790.354 orang, maka warga yang belum melunasi PBB P2 sebesar 56,19 persen.

"Artinya lebih banyak yang belum melunasi dari yang sudah melunasi pembayaran PBB P2," singkatnya.

Masih banyaknya wajib pajak yang belum melunasi disebabkan oleh beberapa faktor. Kata Agung, rata-rata penduduk di wilayah pedesaan bermata pencaharian sebagai petani. Kebanyakan, pembayaran pajak dilakukan bersamaan dengan panen padi.

"Ketika panen baru mereka melunasinya. Kebanyakan seperti ini,' ucapnya.

Dengan program pembebasan denda/sanksi, Agung berharap peran aktif para wajib pajak untuk dapat segera melunasi pajak di loket-loket pendaftaran yang telah ditentukan.

"Kami juga melakukan operasi sisir secara masif ke 365 desa dan kelurahan. Kami himbau seluruh wajib pajak untuk membayar pajak tepat waktu di loket pembayaran. Karena dari duit yang bapak ibu bayarkan kembali untuk pembangunan daerah," tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Tinjau Banjir Kedungringin. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto Acungi Jempol Pemkab Pasuruan Bangun Shelter dan Terus Penuhi Kebutuhan Kedaruratan Warga

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto berku...

Article Image
Banjir Masih Rendam 3 Kecamatan. BNPB, Pemprov Jatim dan Pemkab Pasuruan Terus Support Bantuan Warga Terdampak

Hingga hari ini, sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan, masih terendam banjir.D...

Article Image
10 Ribu Nasi Bungkus Sudah Didistribusikan ke Warga Terdampak Banjir

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)...

Article Image
Wabup Gus Shobih dan Kalaksa BPBD Jatim Sambangi Warga Terdampak Banjir di Kedungringin

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menyambangi warga terdampak banjir di Desa...