Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Pembelajaran Tatap Muka Dimulai 5 Juli. Gubernur Khofifah Minta Semua Guru dan Tenaga Kependidikan 100% Selesai Divaksin

Gambar berita
18 Mei 2021 (17:49)
Pendidikan
2817x Dilihat
0 Komentar
admin

5 Juli 2021, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan mulai diberlakukan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka secara terbatas bisa dilakukan mulai dari jenjang PAUD, pendidikan dasar, pendidikan menengah, hingga perguruan tinggi.

Hanya saja, belajar tatap muka terbatas bakal dimulai setelah guru dan tenaga pendidikan disuntik vaksin Covid-19.

“5 Juli akan kita mulai PTM dengan syarat semua guru dan tenaga kependidikan sudah selesai divaksin semua,” kata Gubernur saat Takziah ke Ponpes Nurul Huda di Bendungan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, Selasa (18/05/2021) siang.

Menurutnya, dimulainya PTM secara terbatas adalah meneruskan kebijakan pemerintah pusat yang menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri pada tanggal 30 Maret 2021.

Oleh karenanya, dalam rangka mensukseskan PTM mendatang, segala sesuatunya harus dipersiapkan. Mulai dari vaksinasi pada guru SMA, SMK, dan SLB harus selesai 100 persen, protokol kesehatan dijalankan dengan ketat, serta jam belajar dan  jumlah prosentase siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka.

“Banyak hal yang harus disiapkan. Harus detail dan terperinci,” singkatnya.

Mantan Menteri Sosial ini pun meminta pihak SMA, SMK dan SLB Se-Jatim wajib  membentuk Tim Satgas Covid-19 pada tiap sekolah. Dimana, yang tergabung di dalamnya sesuai dengan kearifan local. Misalnya guru dan murid yang tergabung dalam OSIS di sekolah tersebut.

“Satgas Covid-19 di masing-masing sekolah harus dipastikan clear. Kalau tidak ada satgasnya, maka guru akan kesulitan untuk menertibkan disiplin protokol kesehatan. Kalau anggota satgasnya teman sebaya akan lebih mudah mengingatkan kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan di sekolah

Khofifah menambahkan, Tim Satgas Covid-19 itu nantinya akan menertibkan protokol kesehatan, mengecek jadwal penyemprotan disinfektan di sekolah dan kelas, stok masker untuk yang lupa membawa masker, dan sebagainya.

“Harus kompak dan betul-betul berkomitmen. Kalau ini sukses, ya akan terus dievaluasi lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara itu, terkait vaksinasi guru, orang nomor satu di Jatim ini meminta kepada Kepala Dinkes Jatim untuk mengirim surat dan berkoordinasi dengan Kepala Dinkes Kabupaten/Kota se-Jatim untuk pelaksanaan vaksinasi pada guru dan tenaga pendidik SMA, SMK, dan SLB agar dipastikan pada ahir Juni sudah seratus persen tervaksin.

Data vaksinasi untuk guru harus terus dimonitor. Diharapkan guru dan tenaga pendidik sebelum yang tervaksinasi bisa segera 100 persen sebelum pembelajaran tatap muka berlangsung.

“Kita terus monitor berapa banyak guru yang selesai divaksin, berapa yang baru divaksin sekali, berapa yang belum sama sekali. Termasuk di kabupaten/kota mana saja harus dimaksimalkan,” ucap gubernur.

Di sisi lain, dalam hal praktek di lapangan, PTM akan dilakukan dengan prosentase 50% dengan durasi pembalajaran masing-masing 30 menit sampai total 4 jam. Kemudian ada break istirahat selama 15 menit dengan catatan kantin tidak boleh dibuka, sehingga sebagai penggantinya, setiap siswa membawa bekal makanan minuman dari rumah.

“Tetapi kantin diminta untuk tidak buka dulu, masing-masing siswa diminta bawa bekal dari rumah. Tidak berinteraksi di luar. Tetap berada di dalam kelas dan diharapkan memulai pelajaran dengan olahraga ringan di masing-masing sekolah,” ungkapnya.

Terkait Prokes, Pemprov Jatim akan memfasilitasi apabila ada kekurangan masker maupun desinfektan di setiap SMA/SMK/SLB. Sedangkan bagi PAUD-SMP, maka akan discover oleh Pemkab/Pemkot.

“Ada kendala kekurangan desinfektan dan masker untuk SMK/SMA/SLB akan disupport Pemprov. Kalau PAUD sampai SMP oleh Pemkab dan Pemkot,” tutupnya. (emil)

 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
HUT ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wabup Gus Shobih Tanam Bibit Durian dan Shorea Ovalis

Pada saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-85 Kebun Raya Purwodadi, Wakil Bu...

Article Image
DKP3 Kabupaten Pasuruan Monitoring Harga Daging Sapi, Ayam dan Telur

Jelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1446 H, Dinas Ketahanan Pangan, pertanian d...

Article Image
Nyobain Kripik Tempe "Qi" Super Renyah Khas Desa Sumberejo, Pandaan

Yang namanya camilan selalu asyik untuk dibawa ke mana-mana dan dapat dinikmati...

Article Image
Jalan-Jalan ke Kecamatan Lumbang. Surganya Durian Kabupaten Pasuruan

Para petani buah durian di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan mulai merasakan...

Article Image
Cakupan Kepesertaan JKN-KIS 99,58 Persen, Pemkab Pasuruan Kembali Raih Penghargaan UHC Award Kategori Madya

Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali meraih Universal Health Coverage (UHC) Awa...