Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Pakar Geologi ITS Simpulkan Tanah Gerak di Purwodadi Berpotensi Terjadi Lagi 5-10 Tahun Ke Depan

Gambar berita
04 Februari 2025 (07:24)
Lingkungan
1402x Dilihat
0 Komentar
Emil Akbar

Pakar Geologi dari Teknik Sipil ITS (Institut Teknologi 10 November), Prof. Indrasurya B. Mochtar menyarankan agar warga yang menetap di wilayah di mana terjadi fenomena tanah bergerak di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan, segera meminta relokasi.

Saran tersebut ia sampaikan usai melakukan assesment di lokasi kejadian fenomena tanah gerak, beberapa hari lalu.

Menurutnya, potensi tanah gerak di Dusun Sempu dimungkinkan akan kembali terjadi pada 5-10 tahun mendatang. Oleh sebab itu, meninggalkan rumah menjadi keputusan yang sangat tepat untuk menghindarkan diri dari dampak bencana tanah bergerak.

"Karena daripada ada sesuatu yang terjadi, maka kami sarankan warga untuk segera minta relokasi kepada Pemerintah. Sesegera mungkin," ucapnya.

Dijelaskan Indrasurya, berdasarkan hasil kajian, pergerakan tanah ini disebabkan oleh air permukaan yang meresap ke dalam tanah. Kemudian, kondisi ini memicu retakan yang berpotensi semakin parah. Sebab, posisi pada 47 rumah di Dusun Sempu tersebut berada di tebing.

Apabila retakan yang muncul di permukiman warga, jalan raya dan fasilitas publik lainnya semakin lebar, maka effort pemerintah akan sangat keras. Bahkan bisa menyedot anggaran yang cukup besar.

"Jadi untuk penanggulangan itu mahal sekali, dan jaminannya ndak lama, 5-10 tahun ada gerak lagi pasti," singkatnya.

Sebagai langkah pencegahan, Indrasurya menyarankan aliran air hujan harus dibuat lancar agar tidak terjebak pada resapan tanah.

"Jangan sampai airnya buntu ngecembeng," sebut dia.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa tanah gerak serta pergeseran tanah dirasakan RT 01 RW 08 Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan sejak Selasa (28/1/2025) lalu.

Kejadian itu berawal saat terdengar suara retakan kemudian menyusul sejumlah tembok rumah warga tiba-tiba retak dan sebagian rontok. Sedangkan pada lantai, sebagian keramiknya pecah dan mengelupas. Sedangkan saat ini kondisi warga sudah mengungsi di SD Negeri 2 Cowek untuk tinggal sementara hingga menunggu keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan terkait opsi relokasi yang sudah dijanjikan. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Bupati Pasuruan Audiensi dengan BP TASKIN, Bahas Percepatan Penanganan Kemiskinan dan Infrastruktur

Bupati Pasuruan beserta jajaran pemerintah daerah menggelar audiensi dengan Bada...

Article Image
Percepat Pembangunan RSUD Purwodadi, Bupati Pasuruan Mantapkan Langkah Pengajuan Pinjaman Daerah ke PT SMI

Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mematangkan rencana untuk mewujudkan pembang...

Article Image
Pastikan Ternak Bebas Penyakit Menular, Layak dan Hasilkan Daging yang ASUH, DKP3 Kabupaten Pasuruan Lakukan Pemeriksaan Ante Mortem

Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian da...

Article Image
Mas Rusdi: Penerimaan Siswa Baru Tahun Ajaran 2026/2027 Harus Bersih, Bebas Penyimpangan dan Semua Anak Harus Sekolah

Seleksi Penerimaan Murid Baru jenjang SMP Negeri tahun ajaran 2026/2027 di Kabup...

Article Image
Bupati Rusdi Hadiri Rapat Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah Kementerian ATR/BPN

Dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional di tengah laju pembangunan yang ma...