Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

PACU KOMPETENSI, PEMPROV JATIM TERUS PERKUAT PENDIDIKAN VOKASIONAL

Gambar berita
11 Januari 2017 (07:55)
Pelayanan Publik
5855x Dilihat
0 Komentar
admin

Sebagai upaya memaksimalkan kompetensi dan kompetensi masyarakat untuk meningkatkan daya saing industri di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Pemerintah Provinsi Jatim terus memperkuat pendidikan vokasional. Diantaranya dilakukan dengan cara menambah persentase pendidikan berbasis vokasional.

Kata Saifullah Yusuf Wakil Gubernur Jawa Timur, rasio Sekolah Menengah Atas (SMA) saat ini dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jatim yakni 35 : 65. Padahal, idealnya 30% untuk SMA dan 70% untuk SMK. Untuk itu, di tingkat SMK harus diberikan pendidikan vokasional yang tuntas, sehingga lulusan SMK siap menjadi tenaga kerja yang ahli siap pakai dan tidak perlu masuk BLK lagi.

Berdasarkan data, dari 1.900 lebih SMK di Jatim, sebanyak 200 diantaranya negeri yang sudah berstandar internasional. Sementara sisanya swasta, baru 45% berstandar internasional. Untuk lulusan pondok pesantren digabungkan dengan SMK Mini. Ini dilakukan guna memenuhi standar tenaga kerja yang dibutuhkan pasar industri. 

Pemprov Jatim mendirikan 270 SMK Mini atau Balai Latihan Kerja (BLK) Plus yang memberikan pendidikan selama enam bulan dengan ilmu keahlian sesuai kebutuhan pasar. Setelah itu, mereka keluar dengan membawa sertifikat dengan standard internasional yang bisa digunakan untuk melamar sesuai dengan lowongan yang dibutuhkan. Dengan demikian, setiap tahunnya Jatim mendidik 50 lebih tenaga-tenaga terampil di bidang permesinan, packaging dan bidang lainnya yang sangat mempengaruhi daya saing.

Di sisi lain, Airlangga Hartanto Menteri Perindustrian RI Airlangga mengatakan, Kementerian Perindustrian telah memfokuskan pengembangan pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi serta memiliki keterkaitan dan kesepadanan (link and match) antara SMK dengan dunia industri yang mempunyai cabang di berbagai tempat. Harapannya, pendidikan vokasi mampu menciptakan SDM berkompeten sesuai kebutuhan di dunia industri, sehingga tidak ada lagi kesenjangan antara kebutuhan tenaga kerja industri dengan tenaga kerja yang tersedia.

?“Khusus untuk pelatih-pelatih yang sudah pensiun di industri, tetapi masih mempunyai semangat, maka pelatih tersebut akan dialihkan menjadi guru di SMK. Ada win-win solution antara masyarakat dengan industri. Sehingga masyarakat bisa siap menggunakan kemampuannya di dunia industri”, katanya melalui siaran pers Humas Setdaprov.

?Berkaitan dengan daya saing industri, ia menjelaskan, saat ini pelaku di seluruh dunia sedang bertransformasi untuk menyambut Revolusi Industri yang keempat atau dikenal dengan istilah Industri 4.0 yang menekankan pada Platform Internet of Things untuk mencari langkah-langkah efisiensi dan optimalisasi proses produksi. Tujuannya agar mencapai output yang maksimal. (Eka Maria)

 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Koperasi Susu di Jatim Siap Jadi Pemasok Utama Susu Pasteurisasi Program MBG

Koperasi susu di Jawa Timur siap menjadi pemasok utama susu pasteurisasi untuk m...

Article Image
Ratusan Siswa SRT 1 Kabupaten Pasuruan Ikuti MPLS. Mas Rusdi : Tekun Belajar. Hormati Guru dan Jangan Lupa Berdoa dan Beribadah

Sekolah Baru, Harapan Baru.Mungkin ini yang nampak dan terlihat jelas dari raut...

Article Image
Bupati Rusdi Sutejo Buka Open House dan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pasuruan

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Pasuruan menggelar acara Open Hous...

Article Image
Umat Hindu di Kecamatan Tosari Gelar Upacara Yadnya Karo

Bertepatan pada hari bulan purnama di bulan Karo, Masyarakat adat Suku Tengger k...

Article Image
Harganas ke-33 di Malang, Kabupaten Pasuruan Raih Tiga Penghargaan Sekaligus

Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 digelar di Pendopo...