Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Overload Pasien Covid-19, Layanan IGD RSUD Bangil Diberlakukan Sistem Buka Tutup

Gambar berita
07 Juli 2021 (17:17)
Kesehatan
4201x Dilihat
0 Komentar
admin

Mulai hari ini, Layanan IGD (Instalasi Gawat Darurat) RSUD Bangil diberlakukan sistem buka tutup.

Pemberlakukan ini terpaksa dilakukan, lantaran jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Bangil melebihi kapasitas tempat tidur (TT), baik pasien yang berada di ruang isolasi biasa maupun ruang intensif seperti HCU/ICU.

Direktur RSUD Bangil, dr Arma Roosalina mengatakan, pemberlakukan sistem buka tutup layanan IGD mulai dilakukan sejak pukul 15.00 sampai ada pengumuman lebih lanjut. 

Dalam prakteknya, begitu pasien di IGD berhasil dipindah ke ruang perawatan (ruang intensif atau isolasi), maka barulah bisa dibuka layanan di IGD dengan memasukkan pasien baru yang datang dengan keluhan apapun.

"Dilihat dulu, kalau masih penuh, ya tidak kita terima dulu. Tapi kalau ada pasien di IGD yang dipindah ke ruang perawatan, maka kekosongan tt di IGD bisa langsung diisi pasien baru," kata dr Arma, di sela-sela kesibukannya, Rabu (07/07/2021).

Selama pemberlakuan sistem buka tutup ini, RSUD Bangil dibantu oleh anggota TNI dan POLRI. Dijelaskan Arma, keberadaan TNI POLRI menjadi sangat penting agar bisa memberikan pemahaman sekaligus membantu alur pelayanan semaksimal mungkin.

"Kita ada petugas pengamanan di RS . Tapi sesuai petunjuk Bapak Bupati, maka ditambah dengan anggota TNI POLRI untuk membantu penjagaan di depan IGD," terangnya.

Di RSUD Bangil, total tempat tidur yang menampung pasien Covid-19 di ruang isolasi sebanyak 162. Sedangkan tt di ruang ICU/HCU sebanyak 20. Kata Arma, seluruh tempat tidur tersebut sudah full pasien.

Sedangkan di IGD sudah terjadi penumpukan pasien hingga mencapai 40 orang. Jumlah tersebut tidak wajar, dalam artian berada di ambang batas pelayanan maksimal yang bisa dilayani.

"Kalau maksimal, standartnya 24. Ini sudah tidak wajar, karena nakes kita yang kewalahan melayani pasien," singkatnya.

Dengan pemberlakukan sistem ini, RSUD Bangil meminta maaf atas ketidaknyamanan ini. Hanya saja, lantaran kondisi yang sangat tidak memungkinkan, mau tidak mau apabila ada pasien baru yang datang ke IGD RSUD Bangil, maka diarahkan untuk mencari rumah sakit lain yang bisa menampungnya.

"Dengan kerendahan hari, kami sarankan ke rumah sakit lain, karena kita tidak bisa menolong. Ini sudah di luar kemampuan maksimal kami," tutupnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pengurus KNPI Kabupaten Pasuruan 2026-2029 Dilantik. Mas Rusdi : Jaga Kekompakan dan Kami Tunggu Kontribusi Positif untuk Pembangunan

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pa...

Article Image
Hafal Juz 30 dan Surat-Surat Pilihan. 638 Siswa-Siswi MI se-Kabupaten Pasuruan, Diwisuda

Sebanyak 638 siswi/siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Pasuruan resmi di...

Article Image
Mas Rusdi Tegaskan Semua Layanan Pemerintah Kepada Masyarakat Harus Disederhanakan dan Gak Ribet

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo menegaskan segala urusan yang ada kaitannya denga...

Article Image
Gus Shobih Buka Sosialisasi Dana Hibah Bagi Guru PAUD dan PNF se-Kabupaten Pasuruan

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Pendidikan menggelar Sosialisasi ban...

Article Image
Bosai Mineral Group dan SIER Lakukan Kunjungan Tindak Lanjut ke Bupati Pasuruan, Komitmen Investasi Diperkuat

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menerima kunjungan tindak lanjut dari PT. Bosai Mi...