Untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 hijriah, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Koperasi, Usaha kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan menggelar Operasi Pasar.
Operasi pasar digelar selama tiga hari berturut-turut, yakni tanggal 25 pebruari di Pasar Grati, 26 pebruari di Pasar Winongan dan 27 pebruari di Pasar Ngempit.
Pantauan di lokasi pada Jumat (27/2/2026) pagi, ratusan warga terlihat mengantri di gerai operasi pasar ramadhan di Pasar Ngempit. Mereka cukup membawa KTP elektronik untuk bisa mendapatkan kesempatan membeli tiga komoditas yang dijual, yakni beras SPHP dalam bentuk kemasan 5 kg sebesar RP 58 ribu. Kemudian minyakita kemasan 1 liter seharga Rp15.500 serta gula pasir 1 kg djual hanya Rp 15 ribu.
"Murah sekali, selisihnya antara seribu sampai empat ribu kalau beli di toko-toko atau di pasar sendiri," ungkap Wahyuni, salah seorang warga Plinggisan.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghoni mengatakan, tujuan digelarnya Operasi Pasar tak lain untuk mengendalikan laju inflasi yang kerap bergejolak di masa hari besar keagamaan seperti Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
Selain menekan harga, operasi ini juga berfungsi untuk mengecek kesiapan serta menjamin ketersediaan stok pangan bagi seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Pasuruan.
"Kami jamin ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok dan barang penting lainnya di pasar sehingga menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat," jelasnya.
Tak selesai sampai di situ, dilaksanakannya operasi pasar juga untuk mencegah praktek penimbunan dan spekulan harga.
"Kami ingin masyarakat memahami bahwa pemerintah hadir untuk masyarakatnya. (emil)
Komentar