Pemerintah Kabupaten Pasuruan

Meski Bandel, Satpol PP Kabupaten Pasuruan Terus Razia Warung Makanan Yang Buka Usaha Sebelum Jam 3 Sore

Gambar berita: Meski Bandel, Satpol PP Kabupaten Pasuruan Terus Razia Warung Makanan Yang Buka Usaha Sebelum Jam 3 Sore

Selama Bulan Suci Ramadhan, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasuruan terus mengingatkan setiap pemilik rumah makan, warung maupun sejenisnya, untuk tak berjualan makanan minuman sebelum pukul 3 sore.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko mengatakan, puluhan personel diterjunkan setiap hari untuk melakukan razia ke seluruh usaha makanan minuman di hampir semua kecamatan se-Kabupaten Pasuruan. Dalam razia tersebut, para personel dilengkapi dengan surat perintah sekaligus kesepakatan bersama antara Bupati Pasuruan, Forpimda dan para alim ulama/tokoh masyarakat/LSM dan lain sebagainya.

“Kita tidak hanya menunjukkan surat saja, akan tetapi kita tempelkan di setiap usaha mamin dengan harapan dapat dipahami bahwa ini bukan larangan berjualan, melainkan pengaturan jam berjualan, itu yang perlu diperhatikan,” kata Yudha di sela-sela razia usaha makanan minuman di Desa Sungi, Kecamatan Kraton, Selasa (06/06/2017).

Ditambahkannya, pihaknya memberikan kesempatan kepada warung dan rumah makan agar buka pada jam 15.00, akan tetapi hanya hanya untuk dibungkus atau dibawa pulang, tidak makan di tempat. Hal itu dilakukan untuk menghormati muslim yang sedang berpuasa.

“Sekali lagi kami tegaskan bahwakami tidak melarang, melainkan hanya memberikan pengaturan jam buka usaha saja. Khusus untuk penjual makanan minuman, baik PKL (pedagang kaki lima), warung pinggir jalan sampai rumah makan, seluruhnya kami sudah sampaikan untuk tidak menjual makanan minuman sebelum jam 3 sore,” tegasnya.

Hanya saja, meski terus melakukan razia, Satpol PP masih menemukan sejumlah pedagang yang masih berani berjualan di siang bolong dengan sengaja. Kata Yudha, dari semua pemilik usaha mamin, paling banyak yang bandel adalah PKL, di mana secara terang-terangan mereka berjualan mulai pukul 11.00 WIB.

“Kalau ditanya tentang tindakan tegas, kami hanya melakukan pendekatan persuasif saja, sehingga kami hanya menghimbau atau menegur secara lisan. Oleh karenanya, meskipun himbauan kami tidak diindahkan, kami akan terus merazia, karena ini adalah penegakan Perda,” urainya.

Sementara itu, selain usaha mamin, Satpol PP juga melakukan razia petasan ke sejumlah pedagang. Hal itu perlu dilakukan karena menjual petasan atau bentuk lainnya dapat mengganggu ketenangan orang berpuasa.

“Kalau petasan tidak menjadi prioritas, tapi kalau kami menemukan, maka kami himbau untuk tidak menjualnya, karena banyak bahaya yang ditimbulkan,” singkat pria yang sebelumnya menjabat Kepala Bakesbangpol itu. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Pemkab Pasuruan Bantu Pembangunan Pasar Kepulungan Pasca Kebakaran

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menegaskan Pemerintah Kabupaten Pasuruan ak...

Article Image
Gus Shobih Resmikan Program Sekolah Lestari di SDN Purwosari 2 dan SDN Purwosari 3

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori meresmikan sekolah lestari di Kabupaten Pas...

Article Image
Pangdiv 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi dan Wabup Pasuruan, Gus Shobih Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Kepulungan

Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun...

Article Image
IDDA COFFEE. Kopi Nikmat Khas Kecamatan Tutur. Sweet, Spicy and Caramel

Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi arabika dan...

Article Image
Pemkab Pasuruan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp 4,07 Triliun

Pemkab Pasuruan Proyeksikan APBD 2027 Sebesar Rp4,07 Triliun, Fokuskan Anggaran...