Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Kunjungan Spesifik Komisi IV DPR RI Ke KPSP Setia Kawan, Pj. Bupati Nurkholis Sampaikan Progres MoU Koperasi dan Industri Pengolahan Susu

Gambar berita
21 November 2024 (07:36)
Pelayanan Publik
1056x Dilihat
0 Komentar
Eka Maria

Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus berupaya meningkatkan kualitas produksi susu. Terlebih pasca penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) antara Koperasi dan Industri Pengolahan Susu (IPS) yang dilaksanakan di halaman Graha Maslahat Komplek Perkantoran Kabupaten Pasuruan pada hari Kamis (14/11/2024). Pernyataan itu diungkapkan oleh Penjabat (Pj.) Bupati Pasuruan, Nurkholis dalam agenda Kunjungan Spesifik Komisi IV DPR RI Ke KPSP Setia Kawan, Kecamatan Tutur pada hari ini, Kamis (21/11/2024) siang.  

Dalam acara yang dihadiri oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) serta Badan Standarisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian tersebut disampaikan tentang tindaklanjut Nota Kesepahaman yang disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat itu.  

"Terimakasih atas kunjungan Bapak Ibu ke Kabupaten Pasuruan. Mudah-mudahan semuanya bermanfaat bagi kami semua. Yang dulunya antara IPS dan Koperasi agak ada jarak, sekarang sudah ada MOU antar kedua pihak. Nanti kalau tidak sesuai, tinggal kami yang mengawasi," ucapnya.

Dalam sambutan singkatnya, Pj. Bupati Nurkholis juga menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam melakukan pemantauan mutu produksi susu yang dihasilkan para peternak Sapi Perah.

"Sekali lagi, terimakasih kehadirannya Bapak Ibu semuanya. Mudah-mudahan ini membawa berkah bagi Kabupaten Pasuruan dan untuk masyarakat Indonesia," tandasnya.

Gayung bersambut, Pimpinan Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan mengapresiasi dan merespon positif forum diskusi yang melibatkan para peternak dan IPS. Selanjutnya, ia bersama jajarannya akan menindaklanjutinya dengan mendukung penuh kolaborasi simbisosis mutualisme antara peternak, koperasi dan IPS. 

"Kami berkunjung ke Kabupaten Pasuruan sebagai fungsi pengawasan. Apalagi kebutuhan susu sangat penting karena menjadi program Presiden Prabowo yaitu makan minum bergizi gratis yang di dalamnya ada susu. Semoga Pemkab Pasuruan terus berkomitmen mendampingi para peternak untuk meningkatkan kualitas produksi susu. Nanti kami juga akan merumuskan regulasi dan penganggarannya," katanya. 

Sementara itu, Ketua KPSP Setia Kawan, Sulistiyanto mengungkapkan kegembiraannya atas penyerapan hasil produksi susu segar oleh IPS yang berangsur membaik. Seraya menyampaikan harapan dan mimpinya yang mengandung rasa optimisme luar biasa bahwa ke depannya, Indonesia akan swasembada susu.

"Selamat datang di KPSP Setia Kawan yang beranggtakan sekitar 11 ribu anggota dengan 20 ribu ekor Sapi Perah. Alhamdulillah pendistribusian susu segar ke beberapa perusahaan berangsur membaik. Sehingga IPS bisa menyerap sampai 20 ton/hari. Semoga ke depannya kita bisa swasembada susu," ujarnya. 

Dalam forum diskusi membahas upaya Pemerintah untuk meningkatkan produksi susu nasional yang dihadiri oleh Direksi Perum Bulog dan Direksi PT Pupuk Indonesia tersebut diikuti oleh beberapa anggota Komisi IV DPR RI. Diantaranya, Hindun Anissa dari Dapil Jawa Tengah dan Arief Rahman dari Dapil Banten 1 Pandeglang. 

Diwartakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar penandatanganan MoU antara Koperasi/Pengepul dengan IPS. Sebut saja PT. Nestle Kejayan Factory Indonesia, PT. Indolakto dan PT. Cisarua Mountain Dairy (CIMORY). Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para peternak.

Saat itu, Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten/Kota dalam meningkatkan kualitas hasil panen dari para peternak juga yang banyak tersebar di Kabupaten Pasuruan. Berikut, menjabarkan produktifitas susu segar di Jawa Timur yang selama ini banyak memasok kebutuhan susu nasional.

"62 persen Sapi nasional di Indonesia ada di Jatim. Demikian juga dengan produk susunya, 34 persen dihasilkan Jatim. Jadi Jatim gudang pangannya nasional. Makanya begitu ada persoalan susu yang tidak terserap dengan baik maka persoalannya jadi besar. Karena kami benar-benar ingin melindungi para peternak Sapi Perah," tuturnya. (Eka Maria)

  


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Desa Tambaklekok 29 Tahun Lestarikan Ski Lot Jadi Agenda Wajib di Hari Ketujuh Lebaran

Ski Lot, tradisi masyarakat Desa Tambaklekok, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasurua...

Article Image
Tinjau Banjir Kedungringin. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto Acungi Jempol Pemkab Pasuruan Bangun Shelter dan Terus Penuhi Kebutuhan Kedaruratan Warga

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto berku...

Article Image
Banjir Masih Rendam 3 Kecamatan. BNPB, Pemprov Jatim dan Pemkab Pasuruan Terus Support Bantuan Warga Terdampak

Hingga hari ini, sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan, masih terendam banjir.D...

Article Image
10 Ribu Nasi Bungkus Sudah Didistribusikan ke Warga Terdampak Banjir

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)...