Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Kualitas Lulusan Madrasah dan Ponpes Sama Bagusnya Dengan Lulusan SMA/SMK

Gambar berita
03 Juli 2022 (23:27)
Pelayanan Publik
3460x Dilihat
0 Komentar
admin

Lulusan madrasah dan pondok pesantren tidak kalah kualitasnya dengan lulusan SMA dan SMK. Sebagai buktinya, alumninya banyak diterima di Perguruan Tinggi Negeri. Pernyataan itu disampaikan Wakil Bupati Mujib Imron saat hadir dalam Seminar Nasional bertema ”Paradigma Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar”.

Dalam majelis ilmu yang juga disambung dengan Penganugerahan Juara Lomba Video Profil Madrasah dan Media Pembelajaran tersebut dijabarkan tentang beberapa hal. Fokusnya lebih kepada persamaan kualitas kurikulum yang diterapkan pada madrasah/ pondok pesantren dan sekolah formal.

“Kita punya potensi yang sama. Banyak lulusan madrasah dan pondok yang diterima di ITS, Unair, Unibraw dan PTN lainnya. Apalagi selama ini, Pak Bupati dan saya tidak membedakan antara sekolah madrasah, negeri dan swasta. Kami juga sangat concern untuk terus berusaha mensejahterakan semua guru, pendidik dan tenaga kependidikan,” urainya di hadapan peserta Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan di Universitas Yudharta, Kecamatan Purwosari tersebut.

Di momen yang sama, Wakil Bupati juga menyinggung soal esensi penerapan kurikulum pendidikan di tanah air. Menurut hemat Pengasuh Pondok Pesantren Terpadu Al Yasini tersebut, pada prinsipnya semua kurikulum itu bagus. Justru yang perlu dipersiapkan adalah kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) guru sebagai tenaga pengajar dalam mengaplikasikan kepada anak didiknya.

“Terkait kurikulum, apapun namanya, kurikulum merdeka, kurikulum 13 adalah perlu kita renungkan. Kurikulum Pancasila itu sebenarnya yang mempraktekkannya adalah guru-guru, baik di madrasah maupun sekolah. Termasuk praktek di Ponpes,” urainya pada hari Sabtu (2/7/2022).

Maka dari itu, seorang guru harus banyak membaca dan memberikan pengertian kepada anak didik kita. Juga mampu memberikan suri tauladan melalui akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Baru setelah menanamkan nilai-nilai karakter dan akhlak dapat dilanjutkan dengan mentransfer ilmu pengetahuan.

“Jangan sampai ada guru yang menumbuhkan benih-benih radikalisme. Mari menanamkan nilai-nilai kebaikan menjadi perilaku keseharian anak didik adalah tugas guru. Sehingga di dalam visi misi Bupati dan saya ada jargon Wak Muqidin. Untuk menambah nilai-nilai agama agar tidak mudah terpengaruh dengan pernak-pernik dekadensi moral. Ini dalam rangka menjadi tameng untuk mencegah masuknya pengaruh negatif akulturasi dari negara barat,” jelas Gus Mujib, demikian sapaannya. (Eka Maria)

    

 

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Terima LKPJ Bupati Pasuruan 2025, Wabup Shobih: Rekomendasi Akan Tentukan Arah Kebijakan Strategis

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan menggelar Rapat Paripur...

Article Image
Pondok Pesantren Ngalah. Konsisten Pertahankan Nilai-Nilai Multikulturalisme Bangsa

Kita ketahui bersama, Indonesia adalah negeri yang dikenal akan keberagaman suku...

Article Image
Ribuan Durian Meriahkan Selamatan Desa Kronto, Lumbang

Meski tak sebanyak tahun lalu, pesona buah durian di Desa Kronto, Kecamatan Lumb...

Article Image
Resmikan Rizqy Sport Center. Mas Rusdi Acungi Jempol Masyarakat Bantu Pemerintah Majukan Perolahragaan di Daerah

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo meresmikan Rizqy Sport Center, Sabtu (4/4/2026).Pe...

Article Image
Lembah Pendawa Pandaan. Hadirkan Nuansa Pulau Dewata Yang Memanjakan Mata

Bali, ikon pariwisata dunia asal Indonesia dikenal sebagai surganya dunia. ...