Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Kawanan Hiu Tutul Muncul di Perairan Utara Laut Pasuruan

Gambar berita
05 Agustus 2021 (11:20)
Umum
4593x Dilihat
0 Komentar
admin

Kawanan Hiu Tutul Muncul di Perairan Utara Laut Pasuruan, Kamis (05/08/2021) pagi.

Munculnya sekawanan ikan raksasa ini sangat dinantikan warga yang ingin menyaksikannya plus para nelayan yang notabene "sahabat mereka".

Dimyati (45), salah satu nelayan asal Lekok mengaku tak terhitung berapa kali melihat hiu tutul yang melintas di bawah perahunya. Kehadiran ikan bercorak tul-tul putih itu sama sekali tak membuatnya takut, apalagi sampai merusak perahunya.

"Ya lewat aja pelan-pelan. Gak mengganggu sama sekali. Ikan baik dan jinak," ungkapnya.

Dari pantauan di lapangan, puluhan ekor hiu tutul terlihat jelas dari atas kapal patroli Satpolair (Satuan Polisi Air) Polres Pasuruan. Dari puluhan ekor, tak semuanya muncul di permukaan. Melainkan hanya 5-7 ekor saja.

Kasatpolair Polres Pasuruan, AKP Winardi mengatakan, gerombolan hiu tutul sering terlihat di antara pertemuan Sungai Rejoso, Sungai Gembong dan Sungai Kraton.

Ditengarai, plankton-planton tersebut berasal dari ketiga sungai tersebut, sehingga tak jarang menarik perhatian hiu tutul untuk menuju Perairan Utara Pasuruan.

"Kemungkinan plankton-plankton ini asalnya dari ketiga sungai yang mengarah ke laut lepas. Makanya ketika air laut pasang, mereka kembali muncul," kata Winardi, di sela-sela patroli.

Selama muncul di Perairan Laut Pasuruan, anggota Patroli Polairud melarang para nelayan atau warga untuk menangkap hiu tutul, lantaran merupakan satwa yang dilindungi.

Oleh karenanya, supaya prosesnya berlangsung alami, pihak kepolisian telah mengimbau para nelayan dan warga sekitar agar tidak mengganggu kawanan ikan hiu tutul.  Apabila ada kejadian hiu terjaring perahu nelayan, Winardi meminta nelayan agar melepas kembali ke perairan lepas.

Sebaliknya, apabila ada yang berani menangkap atau melukai hiu tutul dengan cara yang tak manusiawi, maka pihaknya akan memberlakukan tindakan tegas.

"Kita jaga elestarian jangan sampai tersangkut jaring. Kalau sampai ada, mohon dilepas. Ikan ini jinak karena hanya memakan plankton. Kalau ada yang berani menangkap, maka akan kita tindak tegas," tegasnya.

Seperti diketahui, kuat dugaan kemunculan ikan berukuran raksasa ini karena siklus migrasi dari perairan Australia ke Laut Jawa. Ukuran panjangnya mencapai rata-rata 4-6 meter.

Winardi memperkirakan siklus migrasi bakal berlangsung mulai Agustus hingga Desember mendatang.

"Pas musim dingin seperti sekarang ini," tutupnya. (emil)

 


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Rehab SDN Petung III Pasrepan Rampung. Bupati Mas Rusdi : Terima Kasih Bank Jatim

Ruang kelas IV dan V UPT Satuan Pendidikan SDN Petung III Pasrepan yang sempat a...

Article Image
Buka Mini Job Fair Kabupaten Pasuruan 2026. Mas Rusdi : Semua Harus Dapat Hak yang Sama. Mudah-Mudahan Sesuai Kualifikasi yang Dibutuhkan Perusahaan

Ribuan pencari kerja (Pencaker) memadati Mini Job Fair Kabupaten Pasuruan yang d...

Article Image
Kunjungi Perumda Pasar Jaya Jakarta, Pemerintah Kabupaten Pasuruan Belajar Tata Kelola Pasar Mandiri

Bupati Pasuruan, H.M. Rusdi Sutejo, pimpin langsung kunjungan kerja ke Kantor Pu...

Article Image
Jelang Keberangkatan, Pemkab Pasuruan Siap Fasilitasi Bus dan Seragam Ribuan Jamaah Calon Haji

Tahun ini, sebanyak 1635 warga Kabupaten Pasuruan akan melaksanakan ibadah haji...

Article Image
TP PKK Kabupaten Pasuruan Gelar Silaturrahmi dengan Pengurus dan Anggota

Masih dalam nuansa Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Tim Penggerak PKK Kabupate...