Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Jumlah Nelayan Terdaftar sebagai Peserta Asuransi, Masih Minim

Gambar berita
01 Februari 2020 (18:25)
Ekonomi
3529x Dilihat
0 Komentar
admin

Hingga kini, jumlah nelayan di Kabupaten Pasuruan yang punya asuransi nelayan masih 8 persen dari total nelayan yang tercover asuransi.

Dari catatan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, sepanjang tahun 2019 lalu, jumlah nelayan yang terkover asuransi nelayan memang hanya 817 orang atau 8% dari jumlah nelayan di Kabupaten Pasuruan yang tercover asuransi.

Kepala Bidang Kenelayanan Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Alamsyah Supriadi mengatakan, dari jumlah tersebut, mereka terdaftar pada 2 jenis asuransi. Yakni asuransi gratis dari pusat dan asuransi mandiri.

“Dari 817 orang, 807 tercatat mendapatkan kuota gratis asuransi nelayan dari pusat. Sedangkan untuk yang asuransi mandiri atau biaya sendiri hanya 10 nelayan,” kata Alamsyah, di sela-sela kesibukannya, Sabtu (01/02/2020).

Dijelaskan Alamsyah, bila dibandingkan dengan jumlah total nelayan di Kabupaten Pasuruan yang mencapai 9977 nelayan, jumlah ini memang masih dikisaran 8 persen saja yang terkover asuransi. Namun jika dibandingkan jumlah tahun 2018 lalu, jumlah ini masih lebih tinggi.

Tercatat untuk tahun 2018 lalu jumlah nelayan yang terkonver asuransi hanya 574 nelayan. Dari jumlah tersebut, 302 nelayan terdaftar sebagai peserta asuransi gratis, dan 272 lainnya dari asuransi mandiri. Alamsyah menjelaskan, untuk asuransi gratis ini di tahun 2019 memang jauh lebih tinggi jumlahnya.

“Ini lantaran di tahun 2019 lalu, sudah ada keringanan syarat. Salah satunya yang sudah pernah mengajukan asuransi gratis diperbolehkan mengajukan kembali sehingga tahun kemarin lebih tinggi yang mengajukan asuransi gratis,” terangnya.

Sedangkan untuk asuransi mandiri yang membayar premi sendiri memang jauh menurun. Untuk 10 nelayan yang mengajukan tahun lalu, memang mengajukan saat awal tahun sebelum kuota asuransi gratis dari pusat turun.

Lebih lanjut Alamsyah menegaskan bahwa asuransi memang dibutuhkan oleh nelayan. Mengingat pekerjaan nelayan adalah pekerjaan yang beresiko tinggi.

“Namun memang tergantung kesadaran dari nelayan untuk mengasuransikan jiwanya sehingga mau mengajukan asuransi nelayan. Dan terkait asuransi gratis sendiri memang dibatasi dan tergantung kuota yang diberikan pusat,” pungkasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Bantu Pemerintah Tuntaskan Wajar Dikdas 12 Tahun. Karang Taruna Desa Alastlogo Bangun Bimbel Gratis

Para Pemuda Karang Taruna Mutiara Telaga Bakti di Desa Alastlogo, Kecamatan Leko...

Article Image
Pemkab Pasuruan Dorong UMKM Merambah Online, Gus Shobih Buka Pelatihan Digital Marketing 2026

Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih Asrori, secara resmi membuka pelatihan Digital...

Article Image
Buka Pelatihan Digital Marketing. Wabup Gus Shobih : Ini Bukti Pemerintah Menaik Kelaskan UMKM

Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pa...

Article Image
Hadiri Jambore Perhutanan Sosial Jatim 2026 di Madiun, Wabup Shobih Tinjau Stand Petani Kopi dari Purwodadi

Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026 resmi dibuka pada Sabtu (13/6/2026) so...

Article Image
Bupati Mas Rusdi Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Siap-siap, Sensus Ekonomi 2026 akan segera dimulai.Di Kabupaten Pasuruan, dimula...