Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun, Kabag Layanan Pengadaan Kabupaten Pasuruan, Sukarno, Tutup Usia

Gambar berita
02 Oktober 2019 (19:38)
Umum
3641x Dilihat
0 Komentar
admin

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Keluarga Besar Pemerintah Kabupaten Pasuruan kembali berduka.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan Setda Kabupaten Pasuruan, Sukarno, tutup usia, Rabu (02/10/2019) petang.

Almarhum meninggal dunia di usia 44 tahun karena sakit.

Meninggalnya Sukarno sangat mengejutkan staf hingga pejabat Pemkab Pasuruan. Selain dikenal sangat humble dan gak neko-neko, sosok almarhum banyak meninggalkan kesan baik.

Salah satunya adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Catatn Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasangka. Di mata Yudha, almarhum adalah teman main sekaligus teman satu kos saat sama-sama belum menikah.

“Dulu waktu di Kepegawaian, saya  menjabat Kasubag Diklat, dan dia staf. Tekun sekali kalau bekerja. Dikasi pekerjaan langsung diselesaikan. Dia teman satu kos di Kota Pasuruan pas kita masih sama-sama bujang (belum menikah), saya sangat kehilangan,” ungkap Yudha dengan nada terbata-bata.

Hal yang sama juga diungkapkan para penjaga Pos Kantor Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan di Jl Hayam Wuruk.  Salah satunya adakah Nur Kholis yang mengaku kaget dengan kabar wafatnya Sukarno. Diakuinya, almarhum selalu mampir ke Pos Penjagaan, setelah selesai bekerja. Tak hanya ngobrol, tapi almarhum sering nraktir (membelikan makanan minuman) dan merupakan sosok yang dermawan.

“Semoga beliau Husnul Khotimah. Baik sekali, suka ngasih uang dan nraktir makan. Kami sangat kehilangan beliau,” celetuknya kepada Suara Pasuruan.

Sementara itu, menurut salah satu tetangga yang tak mau disebutkan namanya, istri almarhum berteriak dan meminta tolong untuk membawa almarhum ke RS purut, Kota Pasuruan. Kejadiannya sekitar pukul 17.45 WIB, di mana sebelum dilarikan ke RS, almarhum leyeh-leyeh di rumahnya. Dan ketika istrinya, Dewi berniat membangunkan untuk Sholat Maghrib, tiba-tiba almarhum sudah lemas dan pucat.

“Pas di perjalanan denyut nadinya masih ada, dan ketika dibawa ke UG RS Purut, beliau dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya. (emil)


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Wabup Gus Shobih Serahkan Salinan Penetapan Pengangkatan Wali 22 Anak Yayasan Metal Muslim Al Hidayah

Sebanyak 22 anak binaan Yayasan Metal Muslim Al Hidayah di Rejoso, Kabupaten Pas...

Article Image
Tekan Inflasi dan Dorong UMKM, Pemkab Pasuruan Gelar Festival Pasar Murah di Nguling

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah Peri...

Article Image
Jemput Bola. Kantor Imigrasi Pasuruan Buka Layanan Paspor di CFD Pandaan

Layanan kepengurusan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Pasuruan kini t...

Article Image
Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026. Mas Rusdi - Gus Shobih Bagikan Sepeda Gunung dan 1 Ekor Kambing

Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar Nonton Bareng (Nobar) Semifinal Piala Du...

Article Image
Kejurnas Finswimming Piala Bupati Badung Open 2026. Kabupaten Pasuruan Raih Juara Umum II

Kontingen Pengkab Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kabupaten P...