Logo Kabupaten Pasuruan
Pemerintah Kabupaten Pasuruan
Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan Jalan Raya Raci Km. 9, Bangil, Pasuruan, 67153

IKUT ASURANSI PERTANIAN, GAGAL PANEN DIGANTI Rp 6 JUTA PER HEKTAR

Gambar berita
13 Januari 2017 (18:01)
Olahraga
7896x Dilihat
0 Komentar
admin

Para petani kini tak perlu waswas apabila mengalami gagal panen atau tanaman padi, jagung atau kedelainya rusak akibat hama maupun bencana, seperti kekeringan dan banjir.

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40 Tahun 2015 telah membuat Asuransi Usaha Pertanian yang tujuannya adalah memberikan ganti rugi terhadap petani yang areal tanaman padinya mengalami kerusakan minimal 70%.

Ihwan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan mengatakan, program asuransi pertanian itu tidak dikelola pemerintah daerah, melainkan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), badan usaha milik negara pada bidang asuransi. Dalam prakteknya, setiap petani cukup membayar premi Rp 36 ribu per hektar lahan untuk setiap musim tanam.

"Aslinya, nilai premi adalah Rp180.000 namun disokong subsidi dari pemerintah sebesar Rp144.000, sehingga petani tinggal membayar sisanya. Dan program ini sudah kita mulai sejak tahun 216 lalu," kata Ihwan di sela-sela kesibukannya, Jumat (13/01).

Ditambahkannya, biaya pertanggungan yang nanti akan diberikan kepada petani  adalah Rp6 juta per hektare tiap musim tanam. Klaim dapat diajukan jika tanaman padi terkena kerusakan akibat banjir, kekeringan atau serangan hama. Kata Ihwan,  klaim tersebut akan dicairkan dalam jangka waktu 14 hari pasca pelaporan kejadian, dan prosesnya melalui transfer rekening.

"Sebelum dilakukan penghitungan kerusakan, petugas akan terlebih dulu memberikan saran pengendalian. Jika kerusakan tanaman tidak dapat dikendalikan lagi, barulah PPL dan petugas penilai kerugian yang ditunjuk oleh asuransi pelaksana melakukan pemeriksaan dan perhitungan kerusakan. Setelah itu, bukti acara diserahkan kepada pihak perusahaan asuransi dan diketahui oleh kita," imbuhnya.

Sementara itu, sampai berita ini ditulis, sudah ada 100 an petani yang sudah mendaftar asuransi usaha pertanian ini. Sedangkan untuk petani yang sudah menerima ganti rugi masih 1 petani, yakni atas nama kelompok tani Tunas Melati Jaya, Dusun Kedondong, Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan. Salah satu anggota kelompok tersebut mengaku sawah padi seluas 0,6 hektar miliknya puso akibat hama wereng, sehingga dari Jasindo mendapatkan ganti rugi senilai Rp 2,5 juta lebih.

"Ini sudah ada bukti bahwa asuransi ini banyak sekali manfaatnya, utamanya para petani yang areal sawahnya berada di daerah rawan bencana. Untuk itu, saya himbau untuk para petani segera memanfaatkan asuransi ini secepat mungkin," ucapnya sembari menunjukkan hasil claim dari Jasindo. (emil


Ringkasan AI Beta

Ringkasan AI adalah alat untuk mempermudah Anda membaca berita dalam bentuk poin-poin penting. Ringkasan ini dibuat oleh kecerdasan buatan (AI), dan kami tidak menjamin keakuratan sepenuhnya.
Silakan klik tombol di bawah ini untuk menghasilkan ringkasan berita oleh AI.

Komentar


Tinggalkan Komentar:

Captcha

Berita Lainnya

Article Image
Produksi Krisan di Kecamatan Tutur Tetap Stabil Penuhi Pasar Nasional

Di dunia ini, yang namanya bunga sangat beragam. Tapi tahukah anda, ada sat...

Article Image
Pemkab Pasuruan Kumpulkan Puluhan Pedagang Pasar Wisata Cheng Hoo

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Koperasi, Usaha Kecil, Menegah, Perindustr...

Article Image
Gubernur Khofifah Resmikan PERMATA JATIM Kelurahan Bendomungal, Wabup Gus Shobih Minta Warga Sekitar Jaga dan Memanfaatkannya Dengan Baik

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori meminta kepada seluruh masyarakat Keluraha...

Article Image
Asyiknya Berwisata Petik Melon Golden Kinanti di Desa Sumbergedang, Pandaan

Berwisata tentu saja menjadi aktifitas menyenangkan agar otak bisa segar kembali...

Article Image
Gubernur Khofifah Resmikan Penanganan Kumuh Skala Kawasan Terpadu dan Terintegrasi Kelurahan Bendomungal

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan Penanganan Kumuh Skala Kawa...